Bupati Lutra Jadi Pembicara Utama Di IDF

Daulatrakyat.id,Jakarta.Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, mendapat kehormatan menjadi pembicara utama di Indonesia Development Forum (IDF) yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) bekerjasama dengan Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Selasa (10/7/2018), di The Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta.

Forum yang juga merupakan Konferensi Internasional ini mengangkat tema Pathways to Tackle Regional Disparity Across the Archipelago.

Di hadapan ratusan peserta forum, Bupati Indah Putri Indriani memaparkan berbagai permasalahan yang dihadapi daerah yang berujung pada keberhasilan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan tersebut dengan berbagai solusi yang ditawarkan. Solusi dalam wujud inovasi yang kemudian ia paparkan di hadapan ratusan peserta dengan berbagai latar belakang seperti pemerintahan, swasta, akademisi, lembaga riset, organisasi, media, dan masyarakat sipil lainnya, adalah terkait dengan distribusi guru proporsional di sektor pendidikan, dan antenatal care (anc) hipnoterapi di sektor kesehatan.

Di sektor pendidikan, Indah menjelaskan bahwa masalah keterjangkauan sekolah, ketersediaan rasio guru, ketersediaan rombel, RKB dan prasarana lainnya, merupakan permasalahan yang harus ditemukan solusinya.

“Dari beberapa permasalahan ini, setelah kami kaji, kami temukan bahwa persoalan distribusi guru proporsional ini ternyata menjadi masalah mendasar di dalam pemberian layanan di sektor pendidikan,” ungkap Indah.

Di sektor kesehatan, Indah memaparkan bagaimana keberhasilan pemerintah daerah dalam menekan angka kematian ibu hamil melalui program unggulan ANC Hipnoterapi.

“Kebiajakan ANC Hipnoterapi ini berangkat dari audit maternal di mana kami menemukan bahwa dari waktu ke waktu kematian ibu hamil makin meningkat, sehingga perlu dilakukan upaya menekan angka kematian tersebut. Maka lahirlah inovasi ANC Hipnoterapi yang dimaksudkan untuk mengurangi masalah yang dihadapi ibu hamil,” ujar Indah.

Keberhasilan dari inovasi unggulan pemda ini tergambar dari berkurangnya angka kematian ibu hamil sejak 2017, di mana program ini mulai dijalankan.

“Dalam APBD 2017, kita melatih 53 tenaga bidan, APBD 2018 ada 103 yang kita latih. Total ada 156 yang telah dilatih dan dampaknya sungguh luar biasa. Dari 11 kematian di 2016, sampai hari ini tercatat hanya ada 5 kematian ibu hamil, dan 5 ini adalah mereka yang tidak ditangani oleh bidan yang kita latih mengikuti program ANC Hipnoterapi,” pungkas Indah. (jal)

 

Editor : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.