British Council Akan Bangun Kerjasama di Indonesia (Sulawesi) di Bidang Seni dan Teater

Makassar.daulatrakyat.id Organisasi internasional asal Inggris untuk hubungan budaya dan kesempatan pendidikan British Council menggandeng 5ToMidnight sebagai mitra dalam menggelar pertunjukan seni teater kontemporer sebagai bagian dari rangkaian kegiatan British Council UK/Indonesia (UK/ID) Season 2016-2018 yang akan dimulai di Makassar.

British Council menginisiasi kemitraan di bidang pertunjukan seni ini dengan membawa dan memperkenalkan beberapa mitra lokal kepada Imitating the Dog melalui acara Edinburgh Showcase 2017.

Abdi Karya dari 5ToMidnight International dan Rumata Artspace Makassar adalah salah satu dari tiga delegasi yang dikirim ke Inggris untuk mewakili Indonesia dalam acara ini.

Imitating the Dog adalah salah satu teater kontemporer ternama di Inggris yang menjalin pencitraan menarik dengan ide-ide substansial dan menerapkan standar baru untuk mengintegrasikan pertunjukan langsung dan teknologi digital.

Pemutaran perdana di Indonesia dari produksi terbaru mereka Nocturnes, sebuah persilangan multi-media tentang film thriller mengenai mata-mata di tahun 1950-an yang berlangsung selama puncak perang dingin, diselenggarakan oleh 5ToMidnight dan British Council.

Dua agen rahasia bersembunyi di sebuah apartemen di Berlin yang berada dalam Zona Rusia untuk menunggu instruksi. Seiring berjalannya waktu hubungan mereka satu sama lain dan dengan perintah yang mereka terima dari atasan mereka berantakan.

Dilakukan pada apa yang tampaknya menjadi soundpage film, dua aktor menyuarakan sebuah film yang tidak dapat mereka lihat dan tidak pernah akui. Tetapi siapa yang memegang kendali? Dan ketika film itu mengumpulkan kecepatan, dapatkah masa lalu diubah oleh tindakan masa kini?

Nocturnes memaparkan pertanyaan dan pesan-pesan penting mengenai kebenaran, kehendak bebas dan juga tentang bagaimana kita memahami apa yang nyata di era pasca-kebenaran (post-truth) ini.

Direktur Seni dan Industri Kreatif British Council, Adam Pushkin, mengatakan bahwa UK/ID sepenuhnya tentang membuka batasan antara masyarakat dunia, antara identitas yang terkadang menjauhkan satu dengan yang lain, dan antara bentuk-bentuk seni.

“Sungguh luar biasa mitra lokal kami, 5 to Midnight dan Makassar Creative Summit yang memilih Imitating the Dog di mana pertunjukkan ini keluar dari batasan tradisional teater dan film.Kami senang dan berharap sekali Nocturnes akan menjadi pertunjukan seni Inggris terbesar di Sulawesi,”ujarnya

Namun yang lebih penting lagi adalah, semua ini menjadi titik awal untuk membangun hubungan antara seniman pertunjukkan di Makassar dan di Inggris.

Pihaknya mengundang media untuk turut serta menyaksikan karya British Council ini pada jumat Jumat 13 Juli 2018 di Mall Nipah Makassar pukul 14.00 dan 19.00 WITA dan pekan depan dihari yang sama yakni Jumat 20 Juli 2018 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki Jakarta pukul 15.00 dan 20.00 WIB.(*)

 

Editor : Nina Annisa

 

*Tentang British Council *

British Council adalah organisasi internasional asal Inggris untuk hubungan budaya dan kesempatan pendidikan. Kami hadir di lebih dari 100 negara di seluruh dunia dan berkarya dalam bidang seni dan budaya, Bahasa Inggris, pendidikan dan kemasyarakatan. Tahun lalu, kami menjangkau lebih dari 65 juta orang lewat metode tatap muka dan lebih dari 731 juta orang secara online, siaran radio serta berbagai publikasi.

Pihaknya menghadirkan kontribusi positif di berbagai negara yang menjadi wilayah kerja mengubah kehidupan masyarakat dengan menciptakan kesempatan, membangun jaringan serta memupuk rasa saling percaya.

British Council didirikan pada tahun 1934 sebagai organisasi amal di Inggris yang dinaungi oleh Royal Charter dan badan publik Inggris. Kami memperoleh 15 persen pendanaan hibah yang berasal dari pemerintah (Inggris. www.britishcouncil.org).

*Tentang Imitating the Dog *

Dengan catatan lebih dari dua puluh tahun menciptakan karya visual untuk teater dan ruang berskala besar lainnya, Imitating the Dog telah menarik minat ratusan ribu penonton internasional dari berbagai festival dan acara seni.

Dipimpin oleh tiga direktur artistik: Andrew Quick, Pete Brooks, dan Simon Wainwright, bekerja sama dengan asosiasi seniman, mereka mengambil risiko kreatif secara teratur untuk membuat pekerjaan interdisipliner yang mengajukan pertanyaan penting tentang keadaan masyarakat saat ini.

Mulai April 2018, Imitating the Dog dimasukkan ke dalam portofolio nasional Dewan Kesenian Inggris, dan menandainya sebagai komponen kunci dalam ekologi seni Inggris. Situs resmi Imitating the Dog http://www.imitatingthedog.co.uk

Tentang 5ToMidnight

Berdiri tahun 2016, kolektif teater lintas Negara ini telah mengerjakan sejumah produksi di Asia dan Eropa serta rangkaian program seniman mukim yang melibatkan aktor, sutradara, musisi, dan performer dari Singapura, Indonesia, Taiwan, Jepang dan Prancis. Didirikan oleh sutradara muda asal Singapura, Ethan Chia bersama dengan Abdi Karya (Indonesia), Saul Wang (Taiwan) dan Brune Charvin (Prancis), mereka mengembangkan metodologi khusus untuk aktor sambil mengajukan berbagai pertanyaan atas teater serta hal-hal yang berlintasan didalamnya. Pemilihan ruang-ruang pentas serta model presentasi yang tidak biasa memberi kesempatan kepada mereka untuk membangun dialog dengan penonton dan komunitas yang sedang mereka bangun di setiap kota dimana
mereka bekerja.
www.5tomidnight.org

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.