BI Peroleh Predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian

Jakarta.daulatrakyat.id.Bank Indonesia (BI) membukukan surplus anggaran sepanjang tahun 2017 sebesar Rp5,28 triliun. Surplus tersebut turun 69,4% dibandingkan tahun 2016 yang sebesar Rp17,08 triliun.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan BI Senin (21/5/2018) penurunan surplus terutama disebabkan oleh jumlah penghasilan bank sentral yang turun dari Rp60,51 triliun pada 2016 menjadi Rp52,45 triliun pada akhir tahun lalu.

Penghasilan BI yang turun ini terutama berasal dari pos pelaksanaan kebijakan moneter yang turun dari Rp59,78 triliun pada 2016 menjadi Rp51,62 triliun. Pos pendapatan dari penyediaan pendanaan juga mengalami penurunan dari Rp214,02 miliar menjadi Rp201,34 miliar di tahun ini.

Adapun surplus ini didorong oleh beban yang naik menjadi Rp44,73 triliun dari Rp37,1 triliun pada 2016. Kenaikan ini terjadi di seluruh beban pos, yang paling besar ada pada pos pelaksanaan kebijakan moneter yang naik menjadi Rp26,8 triliun dari Rp21,47 triliun pada 2016 lalu.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan, tahun lalu, BI fokus pada upaya mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dengan tetap mendorong momentum pertumbuhan ekonomi.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan bauran kebijakan di bidang moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.

“Di bidang moneter, kebijakan secara konsisten diarahkan untuk mengendalikan inflasi menuju sasarannya dan menjaga defisit transaksi berjalan pada tingkat yang sehat, melalui penguatan strategi operasi moneter dan kebijakan nilai tukar serta pendalaman pasar keuangan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (21/5/2018).

Atas laporan keuangan tersebut, BI mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian. Opini WTP ini telah dicapai selama 15 tahun terakhir oleh BI.(*)

Editor : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.