BI Gandeng Dewi (Dee) Lestari Gelar Workshop Menulis Kreatif

Makassar.daulatrakyat.id.Dewi (Dee) Lestari memberikan workshop tentang bagaimana cara menulis aktif dan kreatif kepada sejumlah penulis yang juga diikuti oleh kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel Bambang Kusmiarso dan jajarannya di lantai 4 gedung kantor perwakilan Bank Indonesia Makassar kemarin (25/4/2018) yang bertajuk menulis kreatif “Angkat Penamu dan Warnai Dunia.

Dewi (Dee) Lestari penulis kreatif yang sudah banyak menuliskan karya-karyanya yang diangkat dilayar lebar salah satunya novel yang berjudul “Perahu Kertas”,Aroma Karsa dan masih banyak lagi novel-novel karya Dee Lestari.

Dalam presentasinya Dee begitu semangat memaparkan bagaimana menjadi penulis yang baik yang dimulai dari passion (hobby) alias minat seseorang terhadap dunia tulis menulis.

Apa yang dikihat dan dirasa itulah yang dituliskan.Kata Dewi jika ingin jadi penulis maka berusahalah untuk jadi penulis yang kreatif.

Menulis itu dari hati bukan hanya soal merangkai kata tapi bagaimana kita melukis sesuatu secara sistematis akan menghasilkan komunikasi yang bagus.
Pandai berkomunikasi akan menjadikan karier kita lebih bagus kedepannya.

“Hampir semua validasi dan kemampuan kita dituntut dari cara menulis,menulis kreatif tak hanya fiksi semua unsur haruslah kreatif yang dapat menghibur kita dan semua orang yang membacanya,”ujarnya.

Salah satu ciri passion adalah melakukan sesuatu tanpa disuruh yakni seseorang tergerak untuk melakukan sesuatu dan ketika ingin melakukan sesuatu yang ada yang bersangkutan selalu merasah terpanggil untuk melakukannya.

“Passion itu artinya kita selalu melakukan sesuatu dengan sepenuh hati artinya peka akan sesuatu hal yang dapat kita tuangkan lewat tulisan kita,”ujarnya.

Seseorang yang berpikir kreatif, membuka diri,mampu menangkap ide dan kembangkan ide adalah salah satu cara untuk menulis.

Selain itu paparnya keahlian juga dapat dicapai dengan banyak,segala sesuatu yang ada didepan kita merupakan suatu pembelajaran (setiap saat adalah belajar).

Ia mencontohkan saat dirinya ingin mendengarkan sesuatu ataupun ada ide yang timbul dikepalanya dia lantas mencari di tokoh -tokoh buka jika tak ia dapatkan maka mulailah ia menulisnya sendiri.

“Berpikir kreatif selain membuka diri dan menangkap ide,tangkap ide dan simpan ide lalu kita kembangkan hingga menjadi sebuah karya yang kita inginkan. Cermati,lihat warnanya dan rasakan.
Tdk ada benda yang tidak ada ceritanya,”kata dia lagi.

Ide disukai oleh pendengar dan pencermat.Menulis tidak ada jalan pintas,
kreatif dan refleksi,menulis bisa menyembuhkan dan merangsang
pemikirian yang terstruktur.

Ia lalu mengajak forum untuk menulis apa yang mau ditulis dalam lima menit artinya
menulis yang ada dan menulis apa yang ingin forum baca dan sampaikan.

Beberapa faktor yang harus kita perhatikan saat menulis yakni deadline,clustering,kerangka,menulis draft pertama,fermentasi,editing,ambil jeda,baca tulisan lain,ubah elemen.

“Adapun yang paling berpengaruh pada tulisan kita adalah kekuatan jadwal selesainya tulisan kita (the power of deadline),”jelasnya.

Selain itu kata dia seorang yang memang benar-benar ingin jadi penulis handal hendaknya perhatikan juga beberapa indikator lain seperti latihan antara lain mulailah untuk menciptakan ritual menulis,ciptakan makna menulis,dan miliki kamus panduan menulis (ejaan yang disempurnakan)

Perlu diingat juga seorang penulis harus memiliki wawasan luas dengan banyak membaca buku dan tidak meniru tanda kutip tirulah yang baik dan jangan jadi plagiat (mengcopy tulisan orang lain) dan enyahkan yang buruk.

“Selain itu kita juga harus memiliki target misalnya target kita satu buku satu minggu,satu tulisan satu minggu di posting di blog dan satu cerpen dapat kita selesaikan dalam sebulan,”serunya menginspirasi para penulis yang hadir dalam forum workshop yang digelar Bank Indonesia (BI ) kemarin di gedung BI lantai 4 Jalan Jendral Sudirman Makassar.

Penulis : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.