Bentrokan di Kampus IAIN Bone, Kedua Belah Pihak Saling Melaporkan ke kantor Polisi

Bone. daulatrakyat.id – Bentrokan yang terjadi di kampus IAIN Bone, berbuntut di kantor kepolisi. sebelumnya pihak kampus IAIN Bone telah melaporkan kejadian tersebut dan menetapkan beberapa tersangka bentrokan dan kali ini girang PMII Bone yang juga melaporkan

Hari ini, Ketua PMII Bone angkat Bicara Soal Kejadian Bentrok di kampus IAIN Bone, mereka merasa disudutkan sebab hampir semua yang dilaporkan adalah kader PMII IAIN Bone yang secara kebetulan adalah mahasiswa dan pengurus IAIN Bone.

“Kasus ini tidak boleh berdiri sendiri, sebab kedua lembaga yang bentrok semuanya mengalami kerusakan dan jangan dilempar ke institusi PMII, sebab ini murnih bentrokan antar lembaga internal kampus, bukan lembaga eksternal” ungkap ketua Cabang PMII Bone Herman

Lebih lanjut, Hari ini pihak PMII melaporkan balik pihak lembaga kemahasiswaan yang mencemarkan nama baik organisasi kami, sekaligus menyerahkan secara keseluruhan teman teman lembaga internal kampus yang terlibat bentrok untuk diproses seadil adil nya jika betul betul terlibat, sebab malam itu ada juga pihak preman yang terlibat bukan murnih mahasiswa.

Jadi kami berharap pihak kepolisian dan kampus jangan cuman pihak DEMA yang dilaporkan tapi pihak Mapala dan SSB juga harus diproses hukum, dengan rentetan kejadian yang ada tambah herman.

Kronologis terjadinya bentrok di kampus IAIN Bone

Pada tahun 2016 Pelaksanaan OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan), terjadi bentrok antara panitia OPAK DEMA STAIN Watampone dengan MAPALA Petta To Risompae dan SSB BSF STAIN Watampone dan didamaikan oleh Pembantu Ketua III STAIN Watampone Dr. Abdulahanaa, M.Hi. Inti kesepakatannya adalah akan dibekukan salah satu organisasi kemahasiswaan jikalau ada lagi yang memulai persoalan.

-Pada tahun 2017, terjadi pemboikotan di lembaga SEMA STAIN Watampone yang dilakukan oleh SSB BSF dan Mapala Petta To Risompae dan tidak ada tindakan tegas dari pihak kampus.

-Pada tahun 2018, SSB BSF dan Mapala Petta To Risompae melakukan penganiayaan terhadap salah satu anggota FORSA IAIN Bone tanpa ada penindakan tegas oleh pihak kampus. dan pada saat penutupan LDK yang diselenggara oleh HMJ SYARIAH, salah satu anggota sekaligus panltia LDK dianiaya alias dikeroyok oleh oknum SSB BSF dan Mapala Petta To Risompae.

Dari rentetan persoalan di atas akhirnya memuncak pada dini hari Sabtu tanggal 15 September 2018, dimana sekretariat PMII IAIN Bone yang tidak jauh dari sekretariat SSB BSF dan Mapala Petta To Risompae dilemparl batu berkall-kall sehingga memancing dl pihak DEMA dan Lembaga Kemahasiswaan lainnya yang notabenenya juga sekaligus kader PMII melakukan serangan balasan pada pihak SSB BSF dan Mapala Pena To Rlsompae yang berkumpul dl sekretariatnya pada malam itu.

Reporter (Tansi)
Editor : Indra

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.