Bank Indonesia (BI) Gelar Forum Silaturrahmi Dengan Alim Ulama Dalam Rangka Pengendalian Inflasi

Makassar.daulatrakyat.id.Tekanan inflasi cenderung meningkat selama bulan Ramadhan dan Idul fitri yang antara lain dipengaruhi oleh peningkatan konsumsi dan ekspektasi masyarakat terhadap kenaikan harga.

Direktur Bank Indonesia Sulsel, Dwityapoetra S Besar selain sebagai tindak lanjut dari High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulsel pekan lalu ( 7 Mei 2018) yang dipimpin oleh Pjs Gubernur Sulsel, Bank Indonesia Provinsi Sulsel berkoordinasi dan bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulsel melaksanakan kegiatan Tarhib Ramadhan dan Silaturahmi dengan ulama dan mubaligh Sulsel terkait pengendalian inflasi Sabtu (12/5/2018).

Tak hanya dihadiri oleh Ulama dan Mubaligh namun juga media dan Generasi Baru Indonesia (GenBl) Sulawesi Selatan.

“Ini kita lakukan sebagai upaya untuk memperkuat komunikasi ekspektasi dimana Bank Indonesia meyakini mubaligh dan media serta Generasi Muda memiliki peran yang strategis untuk dapat menyampaikan dan mengedukasi kepada masyarakat agar tidak belanja atau konsumsi secara berlebihan serta bagi para pedagang/penjual agar menjual dengan harga yang wajar serta tidak menimbun barang dagangan,”ujarnya.

Dikatakan Poetra bahwa terdapat fokus utama pengendalian inflasi yang akan dilakukan selama bulan suci ramadhan dan idul fitri berdasarkan hasil HLM TPID Provinsi Sulsel,

Foto Bersama Jajaran Bank Indonesia Perwakilan Sulsel dan sejumlah perwakilan alim ulama dan muballigh Makassar usai menggelar Forum Silaturrahmi Bank Indonesia (BI) Dengan Alim Ulama Dalam Rangka Pengendalian Inflasi Sabtu (12/5/2018).

disingkat dengan 4K yakni ketersediaan Pasokan yang terjaga,keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi ekspektasi,dimana salah satunya melalui kegiatan Tarhib Ramadhan dan Silaturahmi dengan ulama dan mubaligh Sulsel.

Diawali dengan sambutan dari perwakilan MUI Sulawesi Selatan Dr.H. Abdul Wahid Hadade, LC dan Direktur Bank Indonesia Sulsel, BP. Dwityapoetra S Besar  dilanjutkan penyampaian materi terkait pengendalian inflasi oleh Deputi Direktur Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Aryo Setyoso dan materi terkait konsep pengenalan inflasi dalam perspektif Islam oleh Prof Arfin Hamid selaku Guru besar hukum islam dan ekonomi syariah Universitas Hasanuddin sekaligus Ketua Bidang Ekonomi MUI.

Dalam sambutannya Abdul Wahid menganggap forum tersebut merupakan starting point untuk komunikasi kepada masyarakat agar tidak mubadzir utamanya pada saat Ramadhan dan Idul Fitri.

Adapun pemaparan materi disampaikan oleh Aryo Setyoso menegaskan dampak negatif inflasi yang tinggi dan tidak stabil terhadap penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi, penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat dan peningkatan tingkat kemiskinan sehingga inflasi perlu dijaga bersama dalam level rendah dan stabil.

Selanjutnya Prof Dr H.M Arfin Hamid SH MH mengingatkan agar dapat berislam secara kaffah melalui penerapan ajaran Islam yang tidak hanya dalam beribadah dengan Allah SWT.

“Namun juga dalam hal melaksanakan aktivitas ekonomi seperti kegiatan berdagang dengan menjual harga yang wajar,”ucapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar dibulan Ramadhan tidak mengkonsumsi secara berlebihan.

Penulis : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.