Aksi Buruh Tuntut Perusahaan Jepang Patuh Hukum

Jakarta.daulatrakyat.id- Seratusan buruh menggelar serangkaian aksi dengan mendatangi kantor Toyota, Mitsubishi, FamilyMart dan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) di Jakarta.

Mereka menuntut perusahaan-perusahaan Jepang agar patuh hukum ketenagakerjaan.

Dalam keterangan tertulisnya, Komite Solidaritas Perjuangan Buruh (KSPB) ini menyuarakan empat kasus pelanggaran hak-hak buruh yang terjadi, masing-masing di PT Nanbu Plastics Indonesia (PT NPI), PT Senopati Fujitrans Logistic Services (PT SENFU), PT Fajar Mitra Indah (PT FMI) dan PT Ichikoh Indonesia.

KSPB menyebutkan, empat buruh di PT Nanbu seharusnya diangkat menjadi karyawan tetap sesuai dengan Nota Pemeriksaan Khusus Pengawasan Nomor 560/4751/UPTD-Wil.2, Anjuran Disnaker Kabupaten Bekasi dan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Bandung.

Namun kenyataannya perusahaan menolak menjalankan ketentuan hukum tersebut.

Buruh Tuntut Perusahan Jepang Patuhi Hukum Ketenagakerjaan

PT NPI adalah perusahaan subkontraktor Tier 2 dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT TMMIN) yang meskipun sudah dilaporkan masalah ini, masih saja tidak menjatuhkan sanksi kepada PT NPI sesuai komitmen kode etik Toyota.

Pelanggaran yang parah juga dilakukan oleh pengelola gudang Spare Part Mitsubishi, PT. SENFU, yang menggunakan buruh outsourcing yang melanggar hukum.

Terbukti, Pengawas Ketenagakerjaan melalui Nota Pemeriksaan Khusus Nomor 560/B-74-29/UPTD-WIL-II/XII/2018 menyatakan hubungan kerja buruh harus dialihkan ke PT SENFU, dan bukan dengan perusahaan outsourcing.

PT SENFU malah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 73 buruhnya.

Sedangkan, PT. FMI sebagai perusahaan pemegang lisensi FamilyMart juga telah dinyatakan oleh Bidang Pengawasan melakukan pelanggaran dan harus mengangkat 27 buruhnya menjadi karyawan tetap.

Tetapi, perusahaan menolak menjalankan nota pemeriksaan nomor 560/7009/UPTD-WIL.II/XI/2018 tertanggal 13 November 2018 dan memecat buruh-buruh tersebut.

KSPB Gelar Aksi Buruh

Saat ini, KSPB menyatakan memboikot FamilyMart dengan menolak berbelanja di retail-retail FamilyMart selama hak-hak buruh belum dipenuhi.

Sementara itu, produsen lampu mobil untuk Toyota, Daihatsu dan Mitsubishi, PT Ichikoh Indonesia melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10 buruhnya dengan alasan berakhirnya kontrak.

Padahal buruh sedang memperselisihkan keabsahan status kerja kontrak tersebut.

Perusahaan juga menolak melakukan perundingan bipartit meskipun pihak serikat buruh telah mengajukan perundingan sebanyak tiga kali.

 KSPB membeberkan fakta-fakta di atas yang menunjukkan pengusaha Jepang di Indonesia tidak seramah yang dikira oleh banyak orang.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan Jepang yang katanya sering memberikan benefit besar untuk pekerjanya, di saat yang sama melakukan diskriminasi terhadap sebagian besar buruh yang berstatus kontrak.

Padahal perusahaan manufaktur Jepang telah melakukan investasi di Indonesia sejak tahun 1970an dan mendapatkan keuntungan besar dengan mengusai pasar otomotif di Indonesia yang berpenduduk lebih dari 260 juta jiwa.(*)

Editor : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.