Aksi Bersama, Kapal Perempuan Sebut 8 Point Tuntutan Women’s March

Jakarta,daulatrakyat.id-Aksi bersama yang menamakan diri Women’s March berlangsung di Jakarta ,Sabtu,3 Maret 2018 .

Aksi ini sebagai rangkaian peringatan Hari Perempuan Internasional yang rencananya di peringati pada,8 Maret 2018 mendatang.

Menurut Insitut Kapal Perempuan Misi, aksi bersama ini dilakukan oleh sebagian besar perempuan lintas identitas usia, profesi, kelas sosial, agama, pendidikan dan berbagai latarbelakang lainnya.

Mereka menyatukan tekad untuk menghapus kekerasan berbasis gender, eksploitasi seksual dan ekonomi, diskriminasi dalam pelayanan publik dan segala bentuk kejahatan lainnya.

“Mendesak pemerintah dan DPR RI segera mengesahkan UU yang melindungi perempuan,” ujar Misi kepada daulatrakyat.id melalui watshap Sabtu,3 Maret 2018.

Insitut Kapal Perempuan Saat Gelar Aksi Bersama Women’s March 3 Maret 2018 (Dok:DR)

Misi menyebutkan ada beberapa RUU yang sangat mendesak yaitu RUU kesetaraan dan keadilan gender, RUU perlindungan pekerja rumah tangga, penghapusan kekerasan terhadap perempuan, serta menyegerakan hukum untuk pencegahan dan penghapusan perkawinan anak.

Misi menambahkan tuntutan sudah sesuai dengan situasi yang di alami perempuan saat ini.

“Tuntutan itu juga sudah sesuai dengan komitmen pemerintah Indonesia.Bahkan komitmen terbaru dalam SDGs,” ujarnya

Aspirasi bersama ini,lanjut Misi sebagai desakan agar di masukkan dalam prioritas program dan kebijakan Pemerintah terutama dalam penyusunan RPJMN 5 tahun mendatang yaitu 2020-2024.

Ada 8 point tuntutan Women’s March ini. Berikut inilah tuntutan mereka.

1. Menghapus hukum dan kebijakan yang diskriminatif dan melanggengkan kekerasan berbasis gender.

2. Mengesahkan hukum dan kebijakan yang melindungi perempuan, anak, masyarakat adat, kelompok difabel, kelompok minoritas gender dan seksual dari diskriminasi dan kekerasan berbasis gender.

3. Menyediakan akses keadilan dan pemulihan terhadap korban kekerasan berbasis gender.

4. Menghentikan intervensi negara dan masyarakat terhadap tubuh dan seksualitas warga negara.

5. Menghapus stigma dan diskriminasi berbasis gender, seksualitas dan status kesehatan.

6. Menghapus praktik dan budaya kekerasan berbasis gender di lingkungan hukum, kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan dan pekerjaan.

7. Menyelesaikan akar kekerasan yaitu pemiskinan perempuan, khususnya perempuan buruh industri, konflik SDA, transpuan, pekerja migran, pekerja seks dan pekerja domestik.

8. Mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif menghapus praktik dan budaya kekerasan berbasis gender di lingkungan hukum, lingkungan hidup, pendidikan dan pekerja.

Women’s March Gelar Aksi Damai (Dok: DR)

Penulis : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.