Aksi Bersama, Ini Seruan Aktivis Perempuan

Jakarta.daulatrakyat.id-Aksi bersama sebagai rangkaian Hari Kartini 21 April 2018 merupakan Gerakan perempuan untuk stop perkawinan anak, aksi ini juga sebagai bentuk perjuangan untuk merespon tingginya perkawinan anak di Indonesia.

Menurut Direktur Insitut Kapal Perempuan Misi ,situasi Indonesia yang menduduki peringkat ketujuh tertinggi di dunia dalam praktek Perkawinan Anak. (sumber :Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013 dan 2015 menunjukkan bahwa ada 1 (satu) kasus perkawinan anak di setiap 5 (lima) orang.

Perkawinan Anak kata Misi akan berdampak pada gagalnya Indonesia dalam bidang pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan dan penurunan ketimpangan.

“Ini dibutuhkan kesungguhan untuk menyegerakan pengesahan peraturan untuk mencegah perkawinan anak,” ujar Misi dalam pesan tertulisnya kepada daulatrakyat.id Sabtu 21 April 2018.

Misi kembali menegaskan pentingnya tindakan tegas untuk menghentikan pihak- pihak yang mempromosikan perkawinan anak dengan menggunakan norma-norma konservatif.

“Berdasarkan realitas masyarakat terutama yang terjadi di masyarakat akar rumput, perkawinan anak merupakan masalah yang serius bahkan akut,” sebut Misi.

Misi menambahkan perkawinan anak
menyebabkan perempuan putus sekolah dan ini menjadi resiko kegagalan program wajib belajar 12 tahun.

Perkawinan anak juga kata dia menyebabkan angka kematian Ibu tinggi dan sulit diturunkan karena secara organ reproduksi, anak perempuan belum siap menjalani kehamilan kelahiran.

Dampak lainnya lanjut Misi adalah mereka tidak dapat mengakses pekerjaan layak sehingga banyak bekerja di sektor informal, tanpa perlindungan.

Dengan demikian aktivis perempuan ini menyerukan kepada masyarakat Indonesia untuk menghentikan dan penghapusan perkawinan anak.

Aksi Bersama Aktivis Perempuan Indomesia (dok:dr)

Penulis : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.