Agen Laku Pandai dan Aset Sejumlah IKNB Bertumbuh Positif

Makassar.daulatrakyat.id.Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampua)dalam update jurnalis di ruang phinisi kantor Regional 6 OJK Sulampua memaparkan sejumlah program perbankan bulan Mei 2018.

Kepala Kantor OJK Regional 6 Sulampua Zulmi mengatakan untuk program agen laku pandai bertumbuh 78,67% yoy menjadi 12.637 agen dengan jumlah nasabah mencapai 267.554 nasabah dan nilai tabungan mencapai Rp94,38 miliar.

Dipaparkan jika jumlah agen terbanyak didominasi di Kota Makassar dengan 2.297 agen (share 18,18%), disusul Kabupaten Maros dengan 1.095 agen (share 8,67%), dan Kabupaten Pinrang dengan 841 agen (share 6,66%).

“Untuk industri keuangan non bank (IKNB), total aset dana pensiun tumbuh 4,65% yoy menjadi Rp930,39 miliar, total aset lembaga pembiayaan ekspor tumbuh tinggi 84,14% yoy menjadi Rp1,75 triliun, total aset perusahaan modal ventura tumbuh 53,68% menjadi Rp63,41 miliar, piutang perusahaan pembiayaan sedikit melambat -2,71% menjadi Rp12,08 triliun, dan pinjaman yang disalurkan.

“Perusahaan pergadaian bertumbuh hingga 3,95% menjadi Rp3,34 triliun.Di sektor asuransi pertanian, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) telah menjangkau 5.952,98 Ha dengan nilai premi mencapai Rp1,07 miliar dan nilai klaim Rp655 juta. Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) telah meng-cover 8.946 ekor sapi dengan nilai premi 1,79 miliar dengan nilai klaim mencapai Rp1,86 miliar,”ujarnya.

Selain pegadaian industri pasar modal Sulsel juga tumbuh sangat tinggi dimana jumlah investor pasar modal di Sulsel menembus 21.206 investor, tumbuh signifikan 47,04% yoy.

“Pertumbuhan sangat tinggi pada instrumen reksadana yaitu 77,03% dengan investor sebanyak 8.363, sedangkan pada instrumen saham tumbuh 33,71% dengan 10.559 investor,”terang Zulmi.

Sisanya pada surat berharga negara (SBN) mencapai 2.284 investor (tumbuh 26,82% yoy) antara lain layanan konsumen dan layanan SLIK terus meningkat.(*)

Penulis : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.