
Jakarta, daulatrakyat id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara menyatakan kesiapannya dalam menghadapi tantangan fenomena iklim El Nino yang diprediksi berdampak pada sektor pertanian.
Kesiapan ini ditegaskan Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim (A2R), usai menghadiri Rapat Koordinasi (rakor) bersama Menteri Pertanian di Kementerian Pertanian, Jakarta, belum lama ini.
Usai pertemuan itu, Bupati menyatakan kesiapan Pemda Luwu Utara dalam upaya mengantisipasi dampak El Nino untuk memastikan lahan pertanian tetap stabil di tengah ancaman kekeringan.
“Hari ini, kami berada di Kantor Kementerian Pertanian, dengan agenda melakukan rakor dengan Kementan terkait dengan kesiapan kita menghadapi ancaman El Nino,” tutur Bupati Andi Rahim.
Bupati mengatakan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah memberikan pemaparan yang begitu jelas bersama jajarannya, termasuk dengan pihak dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Alhamdulillah, tadi sudah dilakukan pemaparan oleh Bapak Menteri Pertanian langsung, juga bersama dengan para dirjen terkait, termasuk dari Kementerian Pekerjaan Umum,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dari arahan dan pemaparan Menteri Pertanian dapat dipastikan Pemda Kabupaten Luwu Utara siap untuk menghadapi ancaman kekeringan atau el nino mendatang.
“Kami memastikan kesiapan Luwu Utara menghadapi el nino. Insya Allah, kita telah mengusulkan beberapa jaringan irigasi tersier yang akan kita bangun untuk mengantisipasi terjadinya el nino di Luwu Utara,” terangnya.
Tak cukup dengan jaringan irigasi, Pemda Luwu Utara juga telah mengusulkan saluran untuk areal persawahan yang selama ini hanya mengandalkan sawah tadah hujan, termasuk pompanisasi.
“Kami juga menyatakan kesiapan untuk saluran-saluran persawahan yang tak memiliki irigasi yang mengandalkan hujan. Kami juga usulkan pompa, perpipaan, termasuk juga embung,” bebernya.
Langkah-langkah mitigasi yang disampaikan Bupati ini diusulkan dalam upaya menjaga ketahanan pangan, serta memastikan produktivitas lahan pertanian tetap stabil di tengah ancaman el nino.
“Semua yang dilakukan ini untuk memastikan Luwu Utara siap menjadi bagian yang berkontribusi untuk ketahanan pangan, dan juga dalam menghadapi el nino yang ada di Indonesia,” imbuhnya.
Tak lupa, ia menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian yang telah memberikan begitu banyak perhatian terhadap Luwu Utara dalam upaya menciptakan ketahanan pangan nasional.
“Terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian yang telah memberikan kesempatan kepada kami, untuk kemudian mendapatkan banyak bantuan, termasuk cetak sawah yang insya Allah akan kami prioritaskan di Luwu Utara dengan target sekitar 20 ribu hektare,” tandasnya.
Seperti diketahui, Luwu Utara merupakan salah satu lumbung pangan di jazirah Sulawesi Selatan. Untuk itu, ancaman el nino tak boleh mengganggu siklus tanam petani, apalagi sampai mengubah indeks pertamanan menjadi lebih keci.
Olehnya itu, harap dia, percepatan pembangunan irigasi tersier dan pompanisasi yang menjadi kebutuhan mendesak di Kabupaten Luwu Utara dapat segera terealisasi dengan baik dan cepat.
Kehadiran Bupati Andi Abdullah Rahim dalam rakor kali ini, sekaligus menunjukkan komitmennya untuk “menjemput bola” sampai ke pusat, terkait program nasional pada sektor pertanian.
Kementerian Pertanian menyambut baik usulan tersebut, dan menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pusat dan eksekusi di lapangan, agar dampak el nino dapat diminimalisir. (lhr/jal)













