335 Anak Korban Kebakaran di Taman Sari, KPAI Keluarkan 3 Rekom

 

Daulatrakyat.id,Jakarta-Polres Jakarta Barat menduga ada unsur kesengajaan dalam kebakaran di Taman Sari.

Kepolisian sudah menetapkan S sebagai terduga pelaku pembakaran rumahnya  sendiri hingga menyambar ke ratusan rumah lainnya di RW 03 Kelurahan Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat.

Kelakukan S ini ternyata mengakibatkan banyak anak-anak korban kebakaran memendam dendam. Tentu saja, hal ini harus direhabilitasi melalui konselor dan psiko social.

Komisioner KPAI bidang Sosial dan Anak Susianah dan Retno Listyarti Komisioner KPAI bidang pendidikan telah melakukan pengawasan langsung ke lokasi kebakaran.

KPAI Kunjungi Anak-anak Korban Kebakaran di Taman Sari Jakarta,30 Januari 2018 (dok: KPAI)

Mereka mendatangi tenda-tenda pengungsian, untuk memastikan anak-anak terpenuhi kebutuhan dan hak-haknya,pada Selasa kemarin,(30/1/2018).

Brdasarkan data, KPAI mencatat 1327 jiwa yang terdampak kebakaran.126 diantaranya anak yang masih balita.

Adapun anak korban yang masih bersekolah berjumlah 209 anak dengan rincian : TK sebanyak 5 jiwa, SD sejumlah 116 orang, SMP sejumlah 47 orang dan SMA sebanyak 41 orang.

Sementara ibu hamil sebanyak 12 orang yang juga harus dipastikan bahwa anak dalam kandungan mendapatkan pemenuhan kebutuhan tumbuh kembangnya.

“Jadi total anak berjumlah 335 jiwa dan yang masih dalam kandungan 12 jiwa,” begitu rilis yang dikirim KPAI Retno Listyarti ke radaksi daulatrakyat.id Rabu,(31/1/2018/)

Selain itu, Kebakaran juga telah menghanguskan sekolah Taman Kanak-kanak di Taman Sari.

KPAI Sambangi Tenda-tenda Pengungsian Anak Korban Kebakaran di Taman Sari Jakarta Barat.

Sebab itu,KPAI berharap pemerintah provinsi bisa membantu mengadakan sekolah darurat untuk jangka pendek dan untuk jangka panjang membantu pembangunan kembali TK tersebut, demi kelangsungan pendidikan anak-anak terdampak.

Dari hasil investigasi, KPAI menyampaikan 3 rekomendasi kepada pemerintah sebagai berikut :

1. Agar Pemerintah Provinsi memperhatikan serta memenuhi kebutuhan dasar anak dan keluarga korban terhadap akses air bersih secara cuma-cuma. KPAI memperoleh informasi bahwa di lokasi kebakaran hanya tersedia 2 kamar mandi dan WC umum untuk memenuhi 1327 orang yang menjadi korban kebakaran. Karena ketersediaan akses air bersih yang minim tersebut, warga yang kini berada di pengungsian terpaksa menggunakan kamar mandi dan WC miliki perorangan dengan system sewa yakni untuk kebutuhan mandi membayar Rp. 2000 dan kencing sebesar Rp. 1000,-.

2. KPAI meminta kepada Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil agar mempermudah proses pembuatan akte lahir anak-anak, ijasah dan rapor anak-anak yang bersekolah, Kartu Keluarga, indentitas diri berupa KTP mengingat semua dokumen penting tersebut raib bersama api yang telah membakar rumah warga. Pengadaan indentitas lahir bagi anak sangat penting sebagai warga Negara untuk mendapatkan hak-haknya, perlindungan hukum, perlindungan sosial dan lain sebagainya

3. KPAI meminta Kementerian Sosial untuk menyelenggarakan Psikososial kepada anak-anak korban agar proses integrasi sosial segera dapat terlaksana tanpa menghambat tumbuh kembang anak. KPAI juga akan meminta kepada P2TP2A Provinsi DKI Jakarta untuk menyediakan konselor dan mengadakan assessment lanjutan serta kegiatan trauma healing kepada anak-anak korban. Rekomendasi KPAI tersebut berdasarkan atas laporan dari pekerja sosial yang telah melakukan assesmen kepada anak-anak korban bahwa mereka memendam dendam kepada pelaku.(ril/slm/dr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.