Sejumlah Fakta Persidangan Ansari Latif alias Brekele Terungkap

Mamuju.daulatrakyat.id– Sidang kasus penimbunan BBM dengan terdakwa Ansari Latif alias Brekele telah terugkap sejumlah kejanggalan dalam fakta persidangan. Hal itu diungkapkan Kuasa Hukum Terdakwa Ansari, Irwin, SH saat menyampaikan keterangan pers , Senin, 2 Desember 2019 di salah satu warkop.

Fakta persidangan yang dimaksud Irwin berdasarkan hasil keterangan dari saksi kepolisian, maupun dari saksi pihak pengelola SPBU.

Kedua saksi tersebut mengungkapkan fakta sebenarnya didepan majelis hakim.

Menurut Irwin, saksi kepolisian sendiri mengakui bahwa tak ada aktivitas, maupun laporan dugaan penimpunan BBM yang dilakukan terdakwa pada saat polisi melakukan penangkapan.

“Yang ada hanya laporan kelangkaan BBM,” kata Irwin.

Fakta lain, menurut Irwin adanya uang mengalir atau dugaan pungli ke Polsek Karossa senilai Rp.350/liter.

Kebijakan itu menurut Irwin seperti disampaikan saksi Anca, dikenakan setiap pembelian dalam bentuk jerigen atau tangki modifikasi.

” Ada kenaikan harga BBM selisih Rp.350. Atas kebijakan yang dikeluarkan Kapolsek Karossa,” ujar Irwin.

Sebab itu, pengacara terdakwa ini berencana melaporkan Kapolsek Karossa IPTU.Muktar Mahdi ke Propam Polda Sulbar.

” Laporannya tentu berdasarkan fakta persidangan. Dan kami sudah kordinasi dengan pihak Propam Polda Sulbar,” kata Irwin.

Apa tanggapan Kapolsek Karossa terkait masalah tersebut?

Melalui keterangan tertulis IPTU Muktar Mahdi membantah semua tudingan itu.” Semua tudingan itu tidak benar,” bantahnya.

Menurut dia, terdakwa berusaha menyerang institusi kepolisian dalam hal ini Polsek melalui pengacaranya.(*)

Tim Kuasa Hukum Terdakwa Ansari Latif Alias Brekele Saat Menggelar Jumpa Pers (2/12/19)

Editor : Salim Majid
Penulis: Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.