Bupati Pangkep Akan Jadi Narasumber SDGs Annual Conference 2019 di Jakarta

Jakarta.daulatrakyat.id-Indonesia akan menggelar SDGs Annual Conference 2019 pada 8-9 Oktober 2019 mendatang di hotel Fairmont, Jakarta.

Kegiatan ini akan menghadirkan pembicara tingkat nasional dan internasional, salah satunya Bupati Pangkajene dan Kepulauan, Sulsel.

Konferensi tersebut mengangkat tema *“Keberlanjutan Lautan Untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Mengurangi Kesenjangan”. Dan dibuka oleh Wapres Jusuf Kalla, melibatkan 1000 peserta.

Bupati Pangkep H.Syamsudin Hamid, SE akan mengungkapkan keterbukaan, kepedulian dan komitmennya dalam membangun kolaborasi dengan masyarakat sipil dan memberi affirmasi atau perhatian khusus kepada kelompok marginal terutama perempuan di kepulauan. Melalui Sekolah Perempuan Pulau.

“Bupati menunjukkan karya nyata dengan memberikan pengakuan terhadap perempuan yang menjadi nelayan,” ujar Direktur YKPM Makassar Muliyadi dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 6 Oktober 2019.

Salah satu perempuan nelayan asal pulau Sabangko Lina diberikan pengakuan statusnya sebagai nelayan dan pengakuan ini membuat Lina memiliki jaminan sosial berupa Kartu Asuransi Nelayan.

Lina juga mempunyai akses untuk mendapatkan fasilitas misalnya kredit perahu besubsidi.

Menurut Muliyadi dalam sesi panel 1 di Annual Conference ini, Bupati akan berbicara sesi yang bertema *“Ke Seluruh Penjuru Lautan: Membuka Peluang dan Menjawab Tantangan Pembangunan Berkelanjutan”.

Sejak tahun 2016, ujar Muliadi, Bupati Pangkep telah menyatakan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan, menandatangani Deklarasi Bersama SDGs, mengintegrasikan SDGs dalam RPJMD.

“Bupati akan menunjukkan pada dunia, bahwa ia bekerja nyata menginmplementasikan SDGs yang responsif gender,” kata aktivis sosial dan pemberdayaan masyarakat sipil ini.

Salah satu nalayan perempuan dari Pangkep Nurlina yang akan testimoni dalam acara yang sama, sebagai bukti.

Tak tanggung-tanggung, untuk mewujudkan keterbukaan, Bupati Pangkep menggandeng kerjasama masyarakat sipil, salah satunya YKPM Sulsel dan KAPAL Perempuan Jakarta mengembangkan pemberdayaan masyarakat khususnya perempuan akar rumput kepulauan melalui model Gender Watch-Pogram MAMPU kerjasama Indonesia Australia.

Program ini, lanjut Muliyadi dampaknya dapat dilihat dari banyaknya kemajuan perempuan pulau terpencil yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan, akses, kesadaran kritis.

” Ini bentuk partisipasi yang pada akhirnya menyumbang pada peningkatan kualitas hidup perempuan pulau. Dan ini menjadi bukti dari prinsip SDGs “No One Left Behind”,” pungkasnya.(*)

Editor : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.