Sambut Idul Adha, BI,TPID,KPPU,dan Satgas Pangan Gelar Rapat Evaluasi Antisipasi Keluhan Masyarakat

*Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Sebesar 7,5 Persen

*Jaga Pasokan dan Kestabilan Harga

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID.Bank Indonesia catat, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan mengalami peningkatan.Sebelumnya digelar rapat evaluasi koordinasi BI,KPPU,Satgas Pangan SKPD terkait.

Setelah tumbuh sebesar 7,01 persen (yoy) di triwulan I, pertumbuhan pada triwulan II tercatat sebesar 7,46 persen (yoy).

“Meningkatnya perekonomian didorong oleh Lapangan Usaha (LU) utama Sulsel yaitu LU Pertanian, Pertambangan, Industri Pengolahan, Konstruksi serta Perdagangan Besar dan Eceran,”papar Direktur Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Sulsel, Endang Kurnia Saputra dalam konferensi persnya di Grind and Pull, Jl A Mappanyukki Makassar. Kamis (8/8/2019)

Ia menjelaskan meningkatnya LU Pertanian yang tumbuh 5,44 persen (yoy) karena masih terdapat panen raya komoditas tabama (tanaman bahan makanan) di Kab. Maros, serta komoditas perkebunan khususnya kakao di daerah Luwu Raya (Kab. Luwu, Kab. Luwu Timur, dan Kab. Luwu Utara).

Peningkatan LU Tambang yang mencapai 1,47 persen (yoy) didorong oleh produksi nikel matte yang tetap tinggi (17.631 MT) seiring dengan telah kembali beroperasinya bendungan Larona ke kapasitas normalnya, serta penurunan energi khususnya diesel dan batubara yang menjadi biaya terbesar perusahaan tambang terbesar di Sulsel.

LU Industri pengolahan yang meningkat seiring dengan peningkatan Industri Besar dan Sedang pada kelompok bahan makanan seiring dengan tingginya permintaan masyarakat saat HBKN.

“Sementara itu, LU Perdagangan Besar yang meningkat sejalan dengan tingginya aktivitas masyarakat saat HBKN,” jelasnya.

Dari sisi pengeluaran, kata Endang, konsumsi menjadi faktor pendorong utama perekonomian. Tingginya kegiatan masyarakat seiring dengan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) bulan Ramadhan dan idul fitri serta potongan harga yang ditawarkan sejumlah pusat perbelanjaan mendorong konsumsi rumah tangga mencapai 7,45 persen (yoy).

“Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah juga menyalurkan rapel kenaikan gaji dan THR bagi ASN pada bulan April dan Mei 2019 sehingga mendorong konsumsi pemerintah meningkat signifikan 17,69 persen (yoy),” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, pesta demokrasi yang masih dirasakan hingga awal triwulan juga mendorong konsumsi lembaga non-profit rumah tangga (LNPRT) mencapai 51,69 persen (yoy) pad triwulan II 2019 dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 38,30 persen (yoy).

“Investasi juga tercatat meningkat sejalan dengan beberapa proyek pemerintah yang masih terus berlangsung, seperti bandara sultan hasanuddin, Makassar New Port, jalan tol dan jalan layang Makassar,” tutupnya.


*Rapat Evaluasi TPID,BI,KPPU dan SKPD Komitmen Jaga Inflasi, Stabilkan Harga dan Ketersediaan Kebutuhan Pokok

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel Hadi Basalamah mengatakan salah satu hal yang dibicarakan dalam rapat evaluasi antara TPID,BI dan Satgas Pangan adalah Rapat Evaluasi tentang kinerja Inflasi.

“Alhamdulillah kita di Sulsel mengalami deflasi 0,05 persen dimana pada bulan Juli lebih baik dari angka nasiona.Sudah menjadi tugas kita untuk menjaga kondisi harga di pasaran agar tetap stabil,”ujarnya.

Ia optimis akan tetap membangun performa TPID,menjaga brand agar bisa bersaing dan menang di tingkat nasional.

“Pimpinan meminta kita untuk memaksimalkan produksi,proses dan penyaluran hingga tiba di pasaran dengan baik dan terjangkau bagi masyarakat,”ujarnya.

Dikatakan Hadi terkait kelangkaan Gas LPG 3Kg di pasaran.Dari keterangan pihak Pertamina,sejauh ini stok Gas LPG 3 Kg terbilang aman namun faktanya hanya sampai di pangkalan.

“Kita berharap Pertamina memantau sampai Gas tersebut tiba di lokasi distribusi dengan aman,”ujarnya.

Selanjutnya BI,TPID,Diskrimsus KPPU ,Satgas Pangan dan SKPD terkait untuk lebih intensi dan bersinergi memantau ketersediaan stok dan kestabilan harga-harga di pasaran apalagi menyambut hari raya Idul Adha.

Hadi juga menyebutkan kedepannya Dinas Pertanian akan melakukan penanaman cabe menggunakan teknologi terkini agar diadopsi oleh masyarakat untuk menanam cabe sendiri dihalaman rumahnya.

“Memaksimalkan sinergitas antar semua stake holder dalam mengatasi permasalah pangan dan kebutuhan pokok lainnya dengan pola terbuka,terkontrol hingga sampai di masyarakat,”pungkasnya.(*)

 

Report by Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.