Mentan Amran Beri Seminar Dukung Prodi Ilmu Pertanian UIT

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID.Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman hadir dalam seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia Timur [UIT] Jl. Abdul Kadir, Tamalate Kota Makassar, Jumat [09/08/2019] pagi tadi.

Seminar yang digelar oleh UIT tersebut berttemakan Teknologi Pertanian Modern, Solusi Ketahanan Pangan di Era Revolusi Industri 4.0.

Dalam sambutan Dr. A. Maryam, S. KM., SST., M. Kes Rektor UIT menyampaikan bahwa UIT akan mengejar ketinggalan.

“Fakultas Pertanian yang memiliki dua Prodi yang segera akan dilakukan akreditasi ulang, Insyah Allah semoga hasilnya baik. Mengejar ketinggalan karena bantuan software dan motivasi, kita berharap mendapatkan nilai B”,ujar dia.

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dalam mata kuliah umumnya ia memparkan bahwa Indonesia dahulunya sebagai negara impor kini menjadi pengekspor.

“Kami baru pulang dari dua pertemuan internasional, pertemuan yang menarik karena kita termasuk negara-negara besar dunia dan pada saat itu ada tujuh negara maju yang ingin bertemu diskusi masalah pertanian dan kami posisi berdiri di depan dari seluruh negara-negara maju karena kita sudah menjadi negara pengekspor yang dulunya Impor”, paparnya

Ia menambahkan Indonesia menjadi urutan nomor 5 dunia dari 224 negara di bidang pertanian.

“Kita lihat juga sekarang ekspor nilainya 500 Triliun dan lima tahun kemudian menjadi 900 Triliun. Pertanian dalam sejarah WTP pertama dalam sejarah, penuh dengan masalah sekarang wajar tanpa penyesuaian dan jauh dari korupsi. Kalau kami bisa menjadi Menteri, dosen lain juga biasa artinya juga bisa menjadi pemimpin di Negeri ini karena kita sama-sama dari anak desa”,tuturnya.

Sementara itu Ketua Yayasan UIT Haji Haruni berharap Mentan Amran akan dipilih lagi untuk periode selanjutnya.

“Ada banyak perubahan dan kinerja yang kita lihat selama ini.Kita berharap Mentan Amran bisa menjadi bagian lagi dikabinet kerja selanjutnya,”ujarnya.

Ia juga mengatakan jika ada 80 hektar pertanian milik UIT yang butuh bantuan pengelolaan Kementrian.

” Kita berharap kementrian RI akan membantu pengelolaan 80 hektar tersebut selanjutnya akan dikembangkan oleh Mahasiswa sesuai dengan program pendidikan yang mereka tempuh di Fakultas Pertanian,”terangnya.


Report By Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.