Wawancara Singkat, Sandeq Race dari Masa ke Masa

Mamuju.daulatrakyat.id-Even Sandeq Race tak lama lagi akan digelar di Sulbar. Even Ini boleh dibilang tiap tahun dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Sulbar. Bahkan Sandeq Race masuk dalam kelender Nasional Kementerian Pariwisata.

Tentu satu harapan agar even sandeq race tak terkesan seremoni. Saatnya untuk memulai satu langkah baru yang inovasi yang bisa mendatangkan dollar ke Sulbar.

Apa yang harus dibenahi? Dan dari mana memulainya? Sehingga even tersebut tak hanya memotret lombanya saja atau racenya saja.

Seperti apa sudut pandang seorang
pemerhati kebijakan publik, pendidikan dan pariwisata,.dan akademisi, Doktor Muslimin Majid melihat SR itu?

Ilustrasi

Berikut petikan wawancara singkat wartawan daulatrakyat.id Salim Majid

Apa pandangan anda soal SR ?

Secara logika saya menilai ada 2 hal subtansi yang seharusnya di capai even SR. Pertama pelestarian budaya lokal(kearifan lokal). Kedua, peningkatan ekonomi kecil(ukm) melalui sektor pariwisata.

Poin pertama relatif terpenuhi dengan hadirnya perlombaan sandeq atau SR, di mana memori masyarakat mandar di buka kembali bahwa jaman dahulu kala nenek moyang orang mandar adalah pelaut ulung di mana lopiq sandeq merupakan transportasi utama untuk mencari ikan.

Poin kedua, saya belum melihat dampak signifikannya terhadap peningkatan ekonomi masyarakat khususnya ekonomi kecil, terlebih ada peningkatan kunjungan wisatawan dari luar daerah atau manca negara.

Apa kelemahan even SR dari tahun ke tahun terkesan seremoni?

Kelemahannya, selain even ini terkesan seremonial juga tidak terbangunnya spot spot destinasi wisata yang cukup memadai yang memiliki daya tarik wisatawan.

Bagaimana solusinya agar Even SR bisa keluar dari kesan seremoni itu?

Perlu ada kajian untuk mengukur dampak kegiatan even SR itu.

Dari mana memulainya sehingga ada solusi konkrit?

Dinas terkait perlu menyusun road map potensi sektor pariwisata di sulbar sehingga data- data makro yang ada bisa di petakan menjadi data mikro dalam perencanaan pengembangan pariwisata di sulbar.

Jika road map itu ada, apa dampaknya nanti ?

Road map itu satu sistim kerja yang manfaatnya tentu akan lebih terukur apa yang menjadi sasaran starategisnya, program itu tidak asal jadi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.