Ekonomi Global Pengaruhi Ekonomi Indonesia

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID.Situasi dan kondisi ekonomi Global tercatat pada World Economic Outlook dimana ekonomi global terus mengalami perubahan dan angka.

Tercatat Pada bulan April kemarin World Economic Outlook dari tahun 2008 ke 2019 mengalami penurunan dari 3,6 persen menjadi 3,3 persen dan diperkirakan tumbuh positif pada tahun 2020.Posisi 3,6 persen pada bulan April 2019 dan akan berbeda lagi pada bulan July ini perang dagang antara Amerika Serika dan China.

Pengamat Ekonomi saat memberikan pemaparan pada agenda media Gathering yang digelar di Bank Indonesia Sunarship bahwa pertemuan antar China dan AS memberikan sinyal yang positif antara Cina dengan Amerika dimana sejumlah media menuliskan sinyal positif dari pertemuan mereka.

“Disadari atau tidak kondisi ekonomi Global turut mempengaruhi kondisi ekonomi di Indonesia.Kita lihat semua kawasan di dunia kecuali India.Semua negara bakal merasakan dampak ekonomi global AS dan China,”ungkapnya.

Ia optimis jika Indonesia akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan pada tahun 2020 nantinya dimana Indonesia melakukan ekpor komoditi ke negara-negara tujuan ekspor.

“Kadang pertanyaan kita kenapa kok ekonomi daerah ini tumbuhnya sekian-sekian sih Kenapa lihat aja negara mitra dagang negara mitra dagang Ekspor kita kenapa karena ekspor negara kita itu mayoritas komoditi,mengapa turun karena perdagangan yang berasal dari negara importir yang merupakan negara tujuan ekspor kita itu turun yang akan mempengaruhi kinerja ekonomi daerah penghasil komoditi.

Sebagai contoh sebut dia pada tahun 2016 harga komoditi Indonesia tumbuh 5,4% ekspor indeks harga komoditi ekspor Indonesia itu dan pada tahun 2017 tumbuh menjadi 21,7%.

Tahun 2017 ini ada 10 komoditi namum tetap saja karena posisi yang sudah turun walaupun dari segi angka mengalami kenaikan tapi jangan terkecoh dengan angka pertumbuhan atau jangan terkecoh dengan angka penurunan dulu sebelum-sebelumnya kalau ini tumbuh 5,6% tapi sebenarnya di 2015 ini baru kelihatan pertumbuhannya minus harga dimana harga komoditi 2012 sebenarnya.

Dari angka minus menjadi tumbuh 5% kira-kira sudah balik belum begitu menjadi tumbuh 5% itu berarti belum normal Kemudian dari tumbuh 5% menjadi 21%.

Angka 21 persen mungkin baru normal sebelumnya tapi itu harga-harga seterusnya yang dipengaruhi Jadi kalau boleh dibilang harga di 2017 itu sebenarnya relatif sudah mulai bagus meski belum sepenuhnya pulih.

“Harga minyak kita itu harganya 130 dolar per harga minyak harga minyak mentah 130 barel per 130 dolar per barel akhir tahun 2014 itu tinggal 30 dolar barel,30 dolar dari 130 menjadi 30 dolar per barel,”ucapnya.

Ia menambahkan pada akhir 2014 dan berlanjut sampai dengan tahun 2015 sekitar 30 sampai 54 dolar per barel belum pernah mengalami penurunan paling hanya harga komoditi ekpor yang mengalami penurunan seperti Karet dan Kopi yang terdapat di Sumatera Barat dan di Sumatera Utara dan termasuk Sulawesi Selatan merupakan daerah penghasil Kopi.


Report By Nina Annisa



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.