Takbir Dengan Obor Lebih Aman

Oleh : Salim Majid

Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar. Seruan takbir menggema sentero kota Mamuju. Jalan-jalam utama mobil bak terbuka dan suara raungan motor saling kejar-kejaran.

Malam takbiran satu tradisi menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri. Namun keselamatan para pengendara tak memberi jaminan.

Ugal-ugalan dijalan dimalam takbiran bisa mengurangi khusuknya takbir. Kendati luapan rasa gembira dan kemenangan setelah sebulan berpuasa.

Tradisi menggunakan kendaraan saatnya dievaluasi dalam menggelar malam takbiran.

Sebab resiko kecelakaan lalu lintas bisa saja terjadi. Mesin kendaraan beradu dengan suara takbir yang keluar dari mikrofone diatas mobil bak terbuka.

Takbir dengan Obor Meminimalisir Angka Laka Lantas

Tradisi Takbir dengan menggunakan obor keliling berjalan kaki bisa menekan angka lakalantas dan menghemat BBM.

Nilai kesakralannyapun lebih terasa dengan nuansa tradisi religius ala kampung.

Resiko inilah yang sejatinya menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kedepan. Apa yang sesunguhnya yang ingin dicapai di malam takbiran itu? Bukankah nuansa religius dan khikmat menjadi tujuan utama?

Jika model ugal-ugalan diatas jalan raya. Bisa menjadi kerugian besar. Bahkan tak sedikit nyawa melayang sia-sia.

Saatnya merubah model takbiran yang bisa mengurangi resiko kecelakaan dijalan raya.

Menunggang kuda besi itu dengan kecepatan tinggi. Saling nyalib dijalan raya. Sementara mobil bak terbuka diatasnya anak-anak yang masih bau kencur menabu alat apa adanya yang penting mengeluarkan bunyi saat di pukul-pukul.

Dengan bangga berdiri diatas mobil bak terbuka.Sambil teriak-teriak komandangkan kalimat Allahu Akbar.

Begitu sepanjang jalan malam takbir menuju kemenangan. Semoga tak ada yang terluka dimalam takbir itu.

Ilustrasi Takbiran Menggunakan Obor Lebih Aman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.