Ajak Mahasiswa Mulai Bisnis Lewat Teknologi,Unismuh Gandeng GOJEK Gelar Pelatihan Wirausaha

*Pelatihan GOJEK WIRAUSAHA Bantu Mahasiswa Muhammadiyah Makassar Memulai Bisnis dengan baik.

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID. Guna mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Makassar, GOJEK, perusahaan penyedia layanan mobile on-demand dan pembayaran berbasis aplikasi terbesar di Indonesia, menggelar pelatihan GOJEK Wirausaha. Program pelatihan manajemen bisnis dalam bentuk kelas tatap muka ini diikuti lebih dari 200 mahasiswa yang memiliki minat untuk menjadi pelaku usaha handal di Aula Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

GOJEK berbagi tips sukses mulai dari perencanaan bisnis hingga mengelola keuangan yang baik agar UMKM Kota Makassar bisa lebih mudah naik kelas. Program ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang telah dirintis oleh GOJEK, GOPAY, dan Lazis Muhammadiyah (Lazismu) awal tahun ini.

“Sejak awal hadir, salah satu misi utama GOJEK adalah membantu mengembangkan UMKM. Karena UMKM memiliki peran yang penting. Pada level individu ia bisa memberikan penghasilan, pada level masyarakat dia membantu membuka peluang lapangan kerja untuk orang lain.

“Secara khusus kami mengembangkan program GOJEK Wirausaha untuk mengakselerasi UMKM supaya naik kelas. Sehingga UMKM dapat menghadapi dengan mudah berbagai tantangan yang dihadapi dalam memulai dan meningkatkan skala bisnisnya,” Ujar Mulawarman, Head of Regional Corporate Affairs GOJEK Indonesia Bagian Timur

Mula menambahkan, ini merupakan kali ketiga acara pelatihan GOJEK Wirausaha dilaksanakan di kampus Muhammadiyah. Sebelumnya acara serupa pernah dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Hamka Jakarta serta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan berhasil memberikan pelatihan kepada lebih dari 350 mahasiswa.

Selain di Makassar, program serupa akan digelar di Universitas Muhammadiyah Solo dan Surabaya. Dalam kesempatan yang sama Ketua Dewan Syariah Lazismu Sulsel, KH Mustari Bosra mengatakan Muhammadiyah merupakan organisasi sosial yang memiliki peranan penting. Apalagi mahasiswa sebagai calon pemimpin di masa depan.

“Mereka harus didorong agar terus memiliki semangat berinovasi dan mampu memanfaatkan teknologi. Sehingga mereka bisa menemukan solusi bagi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat,”ujarnya.

Menurut hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) dimana 93% mitra UMKM GO-FOOD mengalami peningkatan volume transaksi, dan 85% mitra UMKM menginvestasikan kembali hasil penjualan di GO-FOOD ke dalam usaha mereka, hal ini memicu mereka untuk terus mengembangkan bisnis dan menjadi naik kelas. Hasil riset juga mengungkapkan pada tahun 2018 mitra GOJEK telah berkontribusi bagi perekonomian Indonesia sebesar Rp 44,2 Triliun, dimana sebesar Rp 18 Triliun disumbang oleh omset mitra UMKM GO-FOOD.

Sejak akhir tahun 2018, pelatihan GOJEK Wirausaha telah dilakukan di 14 kota di Indonesia dengan lebih dari 4,400 pelaku UMKM dari 24 komunitas dan institusi pemerintah. Di awal tahun 2019, setelah meluncurkan kampanye #GerakanNusantaraOnline, GOJEK menargetkan 35,000 pelaku UMKM di 25 kota di Indonesia bisa ikut serta dalam pelatihan GOJEK Wirausaha agar dapat meningkatkan skala bisnisnya.

“Harapannya dengan ilmu dan teknologi GOJEK, pelaku UMKM dapat lebih mudah naik kelas,” tutup Mula.

GO-PAY Memberikan Kemudahan untuk Bersedekah secara Digital. Selain pelatihan di kampus Muhammadiyah di berbagai kota, kerjasama lain yang dilakukan adalah sedekah digital bersama LazisMu. Kini masyarakat masyarakat bisa memanfaatkan metode scan QR dari GO-PAY untuk berzakat, infaq, dan sedekah bersama Lazismu.

Dengan teknologi QR, pengumpulan zakat, infaq, sedekah menjadi lebih transparan dan cepat karena donasinya akan langsung masuk ke rekening Lazismu.

Kode QR yang disediakan pun meliputi berbagai kota di Indonesia dengan kode yang berbeda setiap wilayah, sehingga masyarakat bisa memilih kota tujuan mereka berdonasi.

Donasi yang dilakukan secara digital juga dapat meningkatkan jumlah donasi yang diterima. Proses digitalisasi seluruh ekosistem Lazismu dicanangkan selesai pada bulan Desember 2019. Selain melakukan sedekah melalui Kode QR, ke depannya para pengguna aplikasi Lazismu dapat memanfaatkan GO-PAY sebagai salah satu metode melakukan donasi.

Lazismu sendiri pertama kali memanfaatkan teknologi Kode QR GO-PAY pada Bulan Oktober 2018 untuk penggalangan dana bantuan bencana di Palu dan Donggala.
GO-PAY mulai memperkenalkan inovasi sedekah digital sejak Bulan Suci Ramadhan tahun 2018 lalu melalui kerjasamanya dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Inovasi sedekah digital pun turut meningkatkan reaksi cepat tanggap dan membantu agar pengumpulan bantuan untuk musibah dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Sejak April 2018 hingga Februari 2019, donasi digital GO-PAY telah membantu mengumpulkan Rp 13 miliar dari sekitar 131.000 donatur.

Editor by Nina Annisa

Caption Foto:
*Foto 1 – Ricky Fahri Community Engangement Lead GO-PAY menjelaskan peran
GO-PAY dalam membantu pengembangan UMKM untuk naik kelas dihadapan
mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar dalam Seminar Kewirausahaan
Inovasi Teknologi Untuk Ekonomi Berbasis Digital berkerja sama dengan
Lazismu Makassar di Aula Kedokteran Universitas Muhammadiyah (25/04)*
*Foto 2 – Feryan Saputra Public Affairs Senior Associate GOJEK memberikan
materi GOJEK Wirausaha dalam Seminar Kewirausahaan Inovasi Teknologi Untuk
Ekonomi Berbasis Digital bekerjasama dengan Lazismu Makassar kepada
mahasiswa Universitas Muhammadiyah di Aula Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Makassar (25/04). GOJEK Wirausaha adalah program pelatihan
berbisnis yang diberikan oleh GOJEK kepada pelaku industri UMKM
dengan tujuan mengembangkan Industri UMKM di Indonesia melalui pelatihan &
akses ke platform digital.*


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.