Rapat Forkopimda, Pemprov Sulbar Bahas Soal Tantangan Pemilu 2019

Mamuju.daulatrakyat.id– Pemilu 17 April 2019 mendatang merupakan pertamakali di Indonesia, karena dilaksanakan secara serentak. Dan diharapakan semuanya dapat berjalan dengan lancar dan aman. Hal itu disampaikan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar didepan Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Gubernur , Jumat, 22 Maret 2019.

Pemprov Sulbar kata ABM sebagai pimpinan dalam penyelenggaraan pemilu tentu memiliki resiko dan tantangan yang berat, Seperti pra pemilihan, saat pemilihan maupun pasca pemilihan yang dianggap dapat memicu terjadinya huru-hara di suatu daerah dan berdampak buruk bagi perkembangan daerah itu sendiri.

“Dibutuhkan koordinasi antar lembaga pemerintah, serta dapat membangun sinergitas antar semua pihak sehingga menciptakan situasi yang aman, tenteram dan damai demi terwujudnya pemilu yang berkualitas,” ujarnya.

Sebab itu, kata dia aparat yang memiliki kewenangan hendaknya mampu mencegah berbagai permasalahan dimulai dari pendistribusian logistik pemilu, terjadinya kerusakan, tertukarnya logistik pemilihan, terjadinya money politik.

Dengan begitu, Ia menegaskan bahwa tugas dan kinerja KPPS sebagai instrumen penting di TPS perlu bekerja dengan jeli dan teliti.

Ketelitian KPPS, sebut ABM terutama jika terjadi kemungkinan pemilihan ganda seperti warga yang tidak terdaftar dan hanya menggunakan KTP pada saat pencoblosan dimana hal tersebut sangat mudah dilakukan di daerah yang jauh dari berbagai fasilitas tepatnya di daerah pelosok.

lebih jauh, mantan Bupati Polman ini menegaskan Intinya pemerintah harus netral dan independen dalam menghadapi segala tantangan, demi Sulbar yang maju dan malaqbiq.

Sekretaris Daerah Sulbar, Muhammad Idris menyampaikan apresiasi dan perhatian penuh atas prestasi Sulbar terkait tingginya literasi kepedulian yang mencapai 20 persen serta penurunan level yang sebelumnya dinyatakan bahwa daerah zona merah kerawanan konflik, kini meraih status kategori sedang tingkat kerawanan dalam pemilu.

Muhammad Idris menyebutkan, terdapat beberapa catatan penting dan tantangan yang menjadi tanggung jawab bersama dalam melakukan persiapan pemilu serentak pada 17 April mendatang.

Seperti misalnya, Ia fokus keterlambatan logistik yang hingga saat ini belum terkirim, menginformasikan kesetiap kabupaten tentang kesiapan tenaga linmas dalam menjaga tiap-tiap TPS.

Tak hanya itu, kerawanan lain kata dia masih adanya warga yang belum menyelesaikan perekaman E-KTP.

Hal ini menurutnya, penting guna memastikan hak suara benar-benar dapat digunakan pada saat pencoblosan.

Selain itu, sambungnya tingkat keamanan yang terus dintensifkan terutama dalam menjaga tiga hari menjelang pencoblosan (H-3).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut. Wakil Gubernur Enny Angraeny Anwar, seluruh jajaran dilingkup Pemprov Sulbar dan Stekeholder terkait. (farid)

Hadapi Pemilu 2019 Pemrov Sulbar Gelar Rapat Forkopimda

Editor : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.