Diduga Ini Penyebabnya Mengapa Warga Pakawa Pasangkayu Mulai Terusik

Pasangkayu.daulatrakyat.id- Suara teriakan warga pakawa ini menyeruak disela-sela pertemuan antara pihak KPU Sulbar- KPU Sulteng yang dihadiri Pemprov Sulbar di aula pertemuan suku adat.

Mereka menolak menyalurkan hak pilihnya apa bila permendagri No 60 tahun 2018 tak segera di cabut.

Warga Pakawa ini beralasan, putusan mendagri terkait penetapan tapal batas menyisahkan kekecewaan bagi warga yang mendiami tapal batas Sulbar-Sulteng.

Bahkan ribuan hektar wilayah Kabupaten Pasangkayu, Sulbar di ambil alih oleh Kabupaten Donggala, Sulteng.

Secara turun temurun, warga suku terasing yang berada diwilayah tersebut mulaui terusik, bahkan menolak bergabung ke Kabupaten Donggala. Mereka juga mengancam akan golput pada pemilu mendatang,

Asisten 1 Bidang Pemerintahan pemprov sulbar M. Natsir angkat bicara soal tapal batas diwilayah tersebut.

” Ini adalah tugas utama antara pemerintah kabupaten dengan provinsi, untuk segera berangkat ke jakarta menyelesaikan persoalan ini karena menyangkut keamanan daerah,” kata M. Natsir.

Dilain pihak, Ketua KPU Sulbar Rustang menyikapi masalah tersebut. Menurut dia pihak KPU akan mengacu pada permendagri 137 tentang penetapan kode wilayah.

Rustang menyebutkan permendagri No 60 tahun 2018 tak menggugurkan permendagri No 137 tahun 2017.

Sehingga, Ia menegaskan bahwa dalam poses pemilihan nanti pihaknya akan mengacu pada permendagri 137 tentang kode wilayah.

” Kami tak menggunakan permendagri 60 tahun 2018 tentang tapal batas”, ujar Rustang.

Namun warga pakawa tetap bersikukuh tak akan menyalurkan hak pilihnya walaupun dengan ancaman pidana.

Sementara itu sejak keluarnya permendagri tersebut, dari pantauan wartawan di wilayah tersebut sedikit memanas yang sewaktu-waktu bisa memicu konflik. (Joni Banne Tonapa)

Editor : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.