Makasssar Raih Penghargaan Kota Metro dari Kementerian PPPA RI

BANDUNG,DAULATRAKYAT.ID – Pemerintah Kota Makassar menerima penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI.

Tenri A Palallo selaku Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) mewakili Walikota Makassar menerima penghargaan yang diserahlan oleh Menteri PPPA, Yohana Yembise pada Festival KLA 2018 di Bandung, Jawa Barat, Minggu (16/12).

Penghargaan sebagai Kategori Kota Metro yang membuat surat edaran Sehari Belajar di Luar Kelas untuk Semua Satuan Pendidikan.

Tenri A Palallo mengatakan, penghargaan yang diterima tidak terlepas atas kerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar yang dilakukan tanggal 1 November 2018 lalu. “Kerjasama dengan Pak (Plt) Kadis Pendidikan Pak Hasbi, OCD yang dilakukan kegiatan dilaporkan melalui website masing-masing sekolah. Terima kasih pak kadis pendidikan,” terang Tenri A Palallo, Selasa (18/12/2018).

Selain Makassar, beberapa daerah lain yang juga menerima penghargaan yang sama yakni Gubernur Sumatera Barat, Kab. Brebes, Kab. Pringsewu, Kota Bandung, Kab. Kuningan, Kab. Deli Serdang, Kota Bukittinggi, Kab. Buru, Kota Mobagu, Kota Samarinda, Kota Bogor, Kota Depok, Kab. Sukabumi, Kota Metro.

Hak Anak Harus Tercapai

Sementara itu, Menteri Yohana menyampaikan jika ketahanan ekonomi keluarga akan sangat mempengaruhi kualitas keluarga demi mencetak anak bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia, dan cinta tanah air. Diperlukan sinergitas dan perjuangan bersama antara kaum perempuan dan laki – laki, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan perguruan tinggi yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang diwujudkan dalam bentuk Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

“Dalam melaksanakan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak melalui KLA, kita harus memastikan bahwa hak-hak anak Indonesia tercapai Antara lain melalui pelayanan akta kelahiran, pelayanan konseling keluarga diantaranya melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), dan kiprah partisipasi anak melalui Forum Anak, yang diberi peran sebagai Pelopor dan Pelapor (2P). Seluruh sarana prasarana yang tersedia juga harus ramah anak, seperti sekolah, rumah sakit, dan taman bemain. Hal yang juga tidak boleh kita lupakan adalah bagaimana anak-anak yang sudah menjadi korban kekerasan terlayani dengan baik melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA),” ujar Menteri.

Dalam Festival KLA 2018, dapat dilihat bentuk-bentuk pengembangan Sekolah Ramah Anak, Puskesmas dengan Pelayanan Ramah Anak, Pusat Kreativitas Anak serta bagaimana anak mendapatkan Informasi Layak Anak melalui Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) dan berbagai bentuk layanan lainnya yang semuanya harus ramah anak.

“Kerja bersama demi perempuan dan anak, baik antara pemerintah dengan berbagai organisasi masyarakat, dunia usaha, media, dan perguruan tinggi harus terus dilakukan. Dengan demikian keluarga, masyarakat dan bangsa ini memiliki daya tahan yang kuat, baik spiritual, ekonomi dan sosial, dan masa depan bangsa ini menjadi semakin baik dan cerah. Jika kita selamatkan anak – anak, maka kita menyelamatkan bangsa ini. Saya berharap Festival KLA 2018 dapat memperkuat komitmen   bersama,  pemerintah dan seluruh komponen masyarakat lainnya demi pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Indonesia Layak Anak (IDOLA) juga dapat sama-sama kita wujudkan di tahun 2030,” pungkas Menteri Yohana.

Editor : Jesi Heny

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.