Diskusi Akhir Tahun Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Tentang Independensi Jurnalis di Era Politik

MAKASSAR.DAULATRAKYAT.ID
Sebagai salah satu agenda rutin Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel dalam menyampaikan aspirasi tertuang dalam agenda workshop akhir tahun 2018 berlangsung di warkop press corner, Jalan Pengayoman Makassar, sabtu (15/12/2018)

Era perpolitikan saat ini dipandang perlu memperhatikan peran jurnalis dalam pergerakan penyampaian informasi yang tidak lepas dari sistem dan budaya yang menjadi dasar dari sebuah pemberitaan. dari kegiatan workshop yang bertema independensi jurnalis di tahun politik menghadirkan narasumber profesional dari berbagai bidang dan disiplin ilmu. diantaranya, Dr, Yasdin Yasir pengamat politik pendidikan, (komisioner KPU) Aslam Jaya, dan Dr. Hadawiah ketua prodi komunikasi universitas Muslim Indonesia.

Seperti kita ketahui press merupakan penyedia informasi yang bekerja sesuai kode etik yang ada dipandang perlu mempertimbangkan segala kebutuhan yang ada.

disampaikan Dr. Yasdin sebagai pembicara dari kegiatan ini bahwa journalis merupakan pilar ke 4 demokrasi sebagai penyalur informasi dalam sebuah negara.

Press memiliki peranan yang sangat penting dalam menginformasikan segala informasi dengan tidak terinterpensi politik dan ekonomi.

“kita sebagai journalis memiliki sifat keterbukaan, keadilan serta keseimbangan dalam melakukan pemberitaan,”tegasnya. selain itu dipandang perlu memperhatikan setiap sistem pemberitaan yang bersifat, mainstream, alternatif dan independen.

dipertegas komisioner KPU Sulsel Aslam Jaya jika peranan press sangat mendukung terciptanya berita yang utuh yang tersampaikan pada masyarakat.

“Agar berita yang disampaikan tidak simpangsiur, perlu adanya sikap independen pada para journalis sesuai prosedur dan sistematis dalam pemberitaan, tuturnya.

Secara teknis peran KPU dalam menyampaikan informasi didukung oleh pemberitaan para juornalis yang telah melakukan pelatihan khusus agar menjadi informasi yang independen. secara gamblang dipaparkan komisioner KPU ini bahwa peran journalis memiliki kesamaan dengan tupoksi KPU.

” KPU dan journalis memiliki kesamaan dalam menyampaikan informasi yakni pemberitaan yang utuh tanpa celah sehingga dapat dimanfaatkan negatif oleh sebagian orang,”lanjutnya.

Dari segi informasi dan komunikasi didunia pendidikan dijelaskan Dr. hadawiah yang akrab di sapa k’ wiah bahwa press adalah bagian yang sangat penting dalam mengawal segala informasi dan komunikasi perpolitikan saat ini. yang diharapkan dari hadirnya press ini adalah menyampaikan informasi dengan menjaga serta menjunjung tinggi kode etik kejournalisan dan menjaga nilai nilai budaya.

“Untuk itu ada beberapa cara penyampaian informasi menurut beliau diantaranya menempuh cara yang etis dalam memperoleh informasi serta melihat langsung dan tidak mengada-ada. bukan hanya itu beberapa hal juga disampaikan bahwa profesi press tidak digunakan sebagai alat memeras sebagaian orang dalam perpolitikan,”Terangnya.(*/na)

 

Editor : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.