Menelusuri Dugaan Mark Up Pembuatan Perahu Sandeq 1,8 M ( Bag-3)

Majene.daulatrakyat.id- Peneliti dan penggiat jenis perahu sandeq Ridwan Alimudin angkat bicara terkait pembuatan perahu sandeq untuk nelayan yang habiskan anggaran 1,8 M itu.

Dari pengamatan Ridwan yang melihat langsung ke lokasi pembuatan perahu sandeq di areal perindustrian rangas Majene menyebutkan untuk kelas perahu sandeq yang baik, kualitas kayunya kurang bagus.

Menurut tukang perahu, mereka tinggal kerja saja. Dengan upah 10 juta rupiah. Kayu tersebut didatangkan oleh pihak kontraktor alias yang punya proyek.

” Jadi gak betul kalau kualitas kayu tergantung ke tukang,” ujar Ridwan

Satu unit sandeq menurut dia hanya butuh 1 setengah kubik kayu.
Harga tak seberapa. Bagian bawah atau belakang sandeq 3-4 juta.

“Kalau dimasukkan sandeq, GPS dan fish finder (saya punya yang oke, 8 juta), mesin 12 PK (4-5 juta) dan pukat (ini gak seberapa juga harganya), itu hitungannya maksimal 50 jutala,” kata dia.

Segedar pembanding, perahu miliknya yang panjang 13 m, lebar 3 m dengan kayu lambung sangat oke tidak sampai segitu harganya.

SANDEQ SEHARUSNYA TAK DIPAKAI LAGI MENANGKAP IKAN

Sang peneliti sandeq ini punya argument terkait asas manfaat perahu sandeq bagi nelayan.

Ridwan mengatakan sejatinya, sandeq ditinggalkan nelayan.

Alasan dia, sandeq ukuran besar tidak efektif untuk berburu di perairan jauh, tidak cepat seperti kapal motor, dan perawatan susah sejak pantai-pantai ditanggul.

Semestinya Pemerintah membuat kajian yang baik. “Maunya melestarikan, tapi caranya keliru,” katanya.

Sementara itu, direktur CV Sipasaro Obi mengakui jika dirinya hanya mengerjakan 5 unit di Rangas, Majene. Sisanya 15 unit dikerjakan Kades Tangnga-tangnga.

Anehnya Obi juga tidak tahu nilai kontraknya. Namun Ia mengakui jika memiliki izin usaha galangan kapal. Kalau memiliki tempat galangan kapal. Kenapa di kerja digalangan kapal milik pemerintah itu?.

Sebelumnya Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulbar Parman. P menyebutkan biaya perunit perahu sandeq menghabiskan anggaran sekira 60 juta dengan menggunakan mesin 13 PK dilengkapi GPS.

Kendati spek dan RAB pembuatan perahu sandeq itu, dia tak tahu menahu. Begitu pula sang PPTK Masri tak tahu. ( habis )

Penulis : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.