KPAI Sampaikan Rekomendasi Terkait Trend Kasus Kekerasan di Pendidikan Sejak September – Nopember 2018

Jakarta.daulatrakyat.id- Menyikapi trend kasus-kasus kekerasan di pendidikan yang masih tinggi, baik yang dilakukan sesama siswa maupun pendidik, maka KPAI menyampaikan sejumlah rekomendasi

Pertama, mengingat masih banyak pendidik yang memiliki persepsi bahwa mendidik dan mendisiplinkan peserta didik dengan kekerasan, untuk itu KPAI mendorong Pemerintah , Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah untuk bersinergi menyelenggarakan pelatihan-pelatihan guru dalam upaya mengubah pola pikir para pendidik terkait persepsi mendisiplinkan anak tidak dengan disiplin positif tanpa kekerasan, serta melatih para guru dalam meningkatkan kemampuannya dalam penguasaan kelas.

Kedua, KPAI meminta KEMDIKBUD, KEMENAG, Dinas-dinas Pendidikan dan Kantor-kantor wilayah Kemenag untuk mendorong percepatan sekolah ramah anak (SRA) sebagaimana diamanatkan dalam Intruksi Presiden No. 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, mengingat saat ini jumlah Sekolah Ramah Anak (SRA) baru sekitar 11 ribu sekolah dan pesantren dari sekitar 400 ribuan sekolah, diharapkan SRA dapat menurunkan drastis kekerasan di lingkungan sekolah.

Ketiga, terkait terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual di sekolah, maka KPAI mendorong para orangtua dan guru untuk mengedukasi anak-anak sedari dini tentang pendidikan kesehatan reproduksi dan menunjukkan bagian tubuh anak yang tidak boleh disentuh siapapun, kecuali dirinya sendiri.

Keempat, KPAI mendorong para guru, baik guru PNS maupun Non PNS untuk mematuhi ketentuan bahwa lembaga pendidikan (baca sekolah) haruslah bersih atau steril dari kepentingan politik dan politik praktis. Anak-anak harus dilindungi dari pengaruh buruk berupa ujaran kebencian. Anak-anak seharusnya dipertontonkan demokrasi yang terbuka, jujur dan menghargai HAM siapapun. Guru sangat strategis dalam memperkuat demokrasi dan nilai-nilai kemanusian(rls)

KPAI Bid Pendidikan Retno Listyarti

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.