KPAI Sesalkan Beredar Video Dugaan Guru Dibully Sejumlah Siswa di Kendal

Jakarta.daulatrakyat.id-
Staf Pengaduan KPAI menerima kiriman 4 foto dan sebuah video dugaan kekerasan sejumlah siswa terhadap gurunya, pada minggu kemarin, 11 Nopember 2018.

Menurut Komisioner KPAI Bid Pendidikam Retno Listyarti, informasi tersebut dikirimkan melalui media social KPAI. Dimana info tersebut terjadi di salah satu SMK swasta di Kendal, Jawa Tengah.

Dalam Video tersebut ujar Retno telah memperlihatkan seorang guru pria paruh baya menjadi sasaran bullying murid-muridnya,

“Setidaknya ada lima orang siswa yang tampak mengarahkan tendangan sambil tertawa ke arah guru tersebut,” kata Retno dalam keterangan tertulisnya kepada daulatrakyat.id Minggu kemarin.

Disebutkan pula Retno bahwa video itu terihat seorang siswa mendorong kemudian disusul siswa lain. Sang guru terlihat berusaha menghalau murid-muridnya dengan gerakan tendangan dan mengibaskan buku yang dipegangnya.

Dalam amatan KPAI, mereka tampak terlihat seolah saling tendang bahkan sepatu guru tersebut melayang sebelah.

Video berakhir dengan tawa-tawa siswa dan guru mengambil kembali sepatunya yang lepas.

“Video ini beredar di media sosial. Salah satunya diposting oleh akun Facebook Eris Riswandi,” ujar Retno.

Belakangan Kepala SMK yang bersangkutan, kemudian melakukan klarifikasi bahwa faktanya tidak ada pemukulan atau kekerasan fisik, karena sebenarnya para siswa dan guru tersebut hanya guyonan (baca bercanda).

Atas beredarnya video tersebut, pihak KPAI merespon. KPAI menyayangkan aksi “guyonan” para siswa terhadap gurunya karena mencerminkan ketidak santunan sikap dan perilaku peserta didik terhadap sang guru.

“Dengan tujuan dan alasan apapun, tindakan para siswa tersebut sebagaimana terlihat di video merupakan tindakan tidak patut dan tidak bisa dibenarkan,” tegas Retno.

Atas viralnya video tersebut, KPAI menyesalkan karena identitas anak dan nama sekolah tidak diblur, sehingga diketahui public secara luas, hal ini berpotensi kuat menimbulkan stigma negative terhadap sekolah dan para siswa lainnya yang bersekolah di SMK tersebut.

“Apalagi komentar netizen mayoritas negatif dan agak emosional setelah melihat video “guyonan” ini,” ujarnya.

Sebab itu, KPAI menghimbau untuk netizen tidak lagi menyebarkan video tersebut, cukup berhenti di KITA saja, karena saat ini kasus dalam video tersebut sedang ditangani pihak sekolah dan akan dipantau prosesnya oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Bahkan, KPAI akan berkoordinasi awal melalui telepon dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah terkait kasus ini pada hari ini Senin, 12 November 2018.

Hal ini ujar Retno guna memastikan langkah penyelesaian dan jika diperlukan adanya program pembinaan terhadap siswa dan pihak sekolah oleh Pemerintah Provinsi dan OPD terkait.

Ilustrasi

Editor : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.