“Belok Kanan Barcelona”Film Indonesia Berkelas Internasional

*Belok Kanan Barcelona
(4 Sahabat dengan 4 Cinta dari 4 Benua ke Barcelona)

Makassar.daulatrakyat.id.Industri perfilman Indonesia kian hari kian semakin berkembang bukan hanya dijadikan sebagai ajang adu persaingan didunia hiburan namun sebagai ajang kreatifitas anak bangsa.

Kali ini film yang mengangkat kisah 4 orang sahabat yang akhirnya terjebak dengan perasaan seorang sahabat yang berubah menjadi cinta.

Film Belok Kanan Barcelona kualitas dunia, terbaik dari genre drama komedi romantis, sekaligus termahal dari yang pernah dibuat.Mulai tayang pada 20 September 2018,di seluruh Indonesia.

Film ini diproduseri Chand Parwez Servia menceritakan bagaimana awal mula ia membuat film yang diambil dari novel
-novel best seller sambil membayangkan bagaimana memfilm-kannya.

“Salah satu novel favorit saya adalah Traveler’s Tale, Belok Kanan Barcelona! yang ditulis 4 penulis, diterbitkan pertama kali tahun 2007 relatif sulit untuk difilmkan.Sulit karena kisahnya kompleks dengan lokasi di 4 benua dan rentang kisahnya relatif panjang namun sejalan kemajuan Perfilman Indonesia,”ungkapnya.

Berawal dari kisah persahabatan 4 siswa SMA. Francis, Retno, Ucup dan Farah yang juga tetanggan. Persahabatan ini nyaris pecah karena kisah cinta di antara mereka yang rumit. Setelah 8 tahun, mereka terpisah di belahan dunia berbeda,akhirnya atas nama pencarian cinta sejati, mereka bertemu di Barcelona.

Morgan Oey sang pemeran Francis mengaku begitu menikmati proses syuting yang memakan waktu cukup panjang namun ia bangga bisa se frame dengan lawan main yang total dalam film tersebut.

“Tidak ada kendala dalam film ini karena empat lokasi syuting meskipun beda benua namun bahasa yang kita gunakan tetap bahasa Inggris sebagai penyambung.Film ini sangat pastinya beda dari film-film saya sebelumnya,selain lokasinya diempat benua juga karakter dari masing-masing pemain sangat total ,”ujar Morgan saat jumpa pers di Kantor Trans Studio Mall Makassar.

Yusuf Hasanuddin (Ucup) yang diperankan oleh Deva Mahenra mengatakan diantara semua filmnya Belok Kanan Bercelona memberikan pengalaman yang tak terlupakan.

Dikatakan Deva film ini sarat pesan moral yang berisi konflik alias dilema antara cinta dan persahabatan.

“Menikmati proses syuting yang cukup panjang,menggunakan lokasi syuting empat benua itu tidak gampang,kerjasama yang sangat total,”tambah Deva.

Pengalaman yang paling tak bisa dilupakan oleh Deva saat adegan di Gurun Sahara di Maroko karena adanya Badai Pasir saat proses pengambilan gambar.

Film ini merupakan film Indonesia pertama yang syuting di Maroko dan Gurun Sahara.

Guntur Soeharjanto sang sutradara mengatakan film ini disebut “paket lengkap”yang bercerita tentang perjuangan cinta, persahabatan khas remaja, komedi yang kuat, juga bercerita tentang perjalanan karakter melintasi 4 benua.

“Pemandangan yang eksotik dan kaya ragam budaya mewakili film ini.film
terberat saya, dengan lokasi syuting di berbagai negara,”kata Guntur.

Ia pun meminta Adhit terlibat diproduksi karena dialah yang paling mengetahui marwah cerita ini. Sutradara Guntur Soeharjanto dipilih karena pengalamannya syuting di luar negeri, walaupun Mas Guntur cukup syok melihat lokasi dari novel yang kembali dicetak ulang dan bestseller lagi.

Sejak awal ia ingin film ini bisa mengajak penonton tertawa dan sekaligus berlinang air mata, sebagaimana film CEK TOKO SEBELAH.

Hingga skenario draft 10 kita lock. Untuk menghidupkan 4 karakter utama, proses panjang pencarian pemain dilakukan. Setelah lock, mereka melalui proses reading panjang yang melibatkan komedi konsultan, Bene Dion Rajagukguk.

Pihak CJ Entertaiment yang bekerjasama dengan Starvision di SWEET 20, secara khusus membaca skenarionya, dan langsung menyampaikan minatnya untuk kerjasama. Ini adalah kali ke 2 kerjasama Starvision dengan CJ Entertaiment.

Setelah proses syuting panjang, proses editing pun dimulai. Draft 1 editing sungguh melegakan. Pihak CJ Entertaiment menyebut, inilah film Indonesia kualitas dunia! Padahal belum final edit.

Akhirnya dengan kelincahan editing Aline Jusria, kita bisa merasakan kecintaan dan kedekatan kita atas nasib cinta dari 4 sahabat ini. Kita pun memilih jadi tim pendukung dari 4 karakter, #TimFrancis, #TimRetno, #Tim Ucup dan #TimFarah.

“Kita terbawa oleh kekocakan mereka, kesedihan mereka, dan masuk dalam perjuangan mereka meraih cinta sejati di Barcelona. Melengkapi gambar-gambar yang indah dari DOP, Padri Nadeak, ada 6 lagu yang menghiasi film istimewa ini,”kata Guntur.

Farah Lestari yang diperankan oleh Anggika Bolsterli pun mengakui jika film yang naskahnya ditulis oleh Adhitya Mulya, berhasil memadukan cerita yang kekinian dan konflik remaja yang sangat dekat dengan kehidupan anak muda.

“Sebuah perjuangan cinta yang sangat seru dan menarik antar benua. Amerika, Eropa, Asia dan Afrika,ini menarik dan tidak bisa kami lupakan,”seru Anggika.

Kali ke 3 bekerja sama dengan Morgan Oey dan ke 2 dengan Deva Mahenra, mereka memberikan performa akting yang luar biasa.Film Pertama Indonesia dengan Setting Gurun Sahara.

Film ini merupakan film indonesia pertama kali yang berlokasi di Gurun Sahara di Maroko. Gurun yang sering menjadi lokasi syuting film besar Hollywood.

Dan merupakan film Indonesia pertama kali juga yang bersetting 4 benua.
Belok Kanan Barcelona salah satu film yang paling kompleks, dan terbesar dan termahal.

Aditya Mulya berharap Semoga film ini bisa memberikan hiburan yang terbaik dan menyenangkan,dimana film ini sudah terlebih dahulu digodok pada tahun 2006 sebagai novel.

“Saya dan istri pernah bercanda kalau novel tersebut tak bisa difilmkan hahahaha!” belasan tahun kemudian, ternyata saya salah. Pak Parwez dari Starvision menyatakan kemauannya untuk memfilmkan cerita travel ini.Parwez juga memberikan saya kesempatan untuk menulis skripnya,”ungkap Adit.

Alhasil dalam proses adaptasinya, cerita dari novel banyak diubah atas beberapa hal. Pertama, untuk mengakomodir struktur cerita film. Kedua, sebagai perbaikan dari versi novelnya. Cerita dalam film ini banyak mendapatkan input dan modifikasi dari original writers seperti saya dan Ninit Yunita, dari pihak produser, yaitu Pak Parwez dan dari sutradara, yaitu mas Guntur.

“Tapi kami dapat memastikan bahwa kisah cinta keempat sahabat ini tetap seru (malah, jadi lebih seru) dan ruh dari cerita Travelers’ Tale, Belok Kanan: Barcelona! tetap terjaga dengan luar biasa baik,”urainya.

Tak ada target jumlah penonton pada film ini namun para pemain optimis film ini bakal meraup penonton sebanyak-banyaknya.(*/NA).

 

Penulis : Nina Annisa

  • Sinopsis Film “Belok Kanan Barcelona”

Francis (Morgan Oey), Retno (Mikha Tambayong), Farah (Anggika Bolsterli) dan Ucup (Deva Mahenra) bersahabat di SMA. Francis mencintai Retno tapi Retno selalu menolaknya, demi persahabatan. Farah mencintai Francis juga, tapi dia pendam karena tahu bahwa hati Francis terpaut pada Retno. Ucup sebenarnya mencintai Farah, tapi selalu dia pendam karena tahu hati Farah terpaut pada Francis.

Di masa kini, Francis sudah menjadi pianis Indonesia pertama yang memenangkan Grammy Award, tinggal di Amerika. Francis mengumumkan bahwa dia akan menikahi gadis Spanyol, Inez (Millane Fernandez) dan mengundang ketiga sahabatnya ke Barcelona. Retno yang tinggal di Copenhagen, berjanji akan datang meski sedih. Undangan Francis, juga menjadi trigger bagi Farah (yang tinggal di Vietnam) bahwa dia harus bergerak dan menyatakan cinta yang dia pendam pada Francis. Ucup (yang tinggal di Cape Town), mengetahui niat Farah – berangkat untuk mencegah Farah. Di sisi lain, Francis mengalami kebimbangan, antara menikahi Inez, atau sekali lagi menyatakan cintanya pada Retno.

*Pemain & Tim Produksi:
Francis Lim Morgan Oey,Retno Wulandari Mikha Tambayong,Inez Millane Fernandez
Jordan Atta Halilintar
Juna Delano Daniel
Hasan Ananta Rispo
Boy Yusril Fahriza
Ibu Ucup Cut Mini
Ayah Retno Cok Simbara
Ibu Retno Eksanti
Ibu Farah Karina Suwandi
Ayah Francis Elkie Kwee
Si Mbok Tike Priatnakusumah
Murid Pembawa Bunga Bayu Skak
Gunther Timo Scheunemann
Paul Pierre Gruno
Murid Tukang Foto Afif Xavi
Pastur Camara Abbas Aminu
Suster Koffi Jamila
Ayah Farah Ivan Leonardy
Ayah Ucup Muhary Wahyu Nurba
Pilot Jason Daniels
VJ Ben Ben Kasyafani
Souljah Souljah
Csilla Lucia Lakatos
Pramugara Mustapha
Pramugari Bissy
John Eric Van Loon
Masinis Kereta David Horvath
Penjual Toko Swahili Mustapha Adidou
Penumpang Bus Senegal 1 Ahmed Youssef
Penumpang Bus Senegal 2 Benajem Mohamed
Sopir Bus Senegal Abdelaziz Nebgui
Penjual Pakaian Tangier Ouahi Okhalef
Senior Chef Arjan Onderdenwijngaard
Junior Chef Victoria
News Presenter Laurens Tolenaars
Audio Guy Santiwaine
Penari Perut Liuba Maltseva
Guru Biologi Johan Sebastian
Guru Fisika Sapto Soetarjo
Sarwadi Mizam Fadilah
Pilot Helicopter Christiano
Adik Ucup Karen Gracela
Waiter Demba Faraj Bintou
Ibu Francis Shintia Liem
Francis Kecil Alvaro

Produksi Starvision
CJ Entertainment
Produser Chand Parwez Servia
Fiaz Servia
Yeonu Choi
Justin Kim
Sutradara Guntur Soeharjanto
Produser Eksekutif Riza
Reza Servia
Mithu Nisar
Raza Servia
Jeong Tae Sung
Jerry Kyoungboum Ko
Kwonsik Kim
Produser Lini Hesti Purwaningsih
Produser Lini Luar Negeri Djonny Chen
Ko Sutradara Pritagita Arianegara
Penulis Skenario Adhitya Mulya
Dari Novel Best Seller Karya Adhitya Mulya
Ninit Yunita
Alaya Setya
Iman Hidajat
Penata Artistik Ibanez Nasution
Penata Kamera Padri Nadeak
Penyunting Gambar Aline Jusria
Penata Suara Khikmawan Santosa
Syamsurrijal
Penata Musik Andhika Triyadi
Studio VFX OrangeRoom.CS
Perekam Suara Abdul Malik
Penata Warna Adi Supriadi
Penata Busana Cindy Tanod
Penata Rias Tomo
Konsultan Komedi Bene Dion Rajagukguk
Penata Casting Widhi Susila Utama
Pelatih Peran Triyanto ‘Genthong’ Hapsoro
Still Foto Bob Prass
Perancang Poster EndOneGraphZ & Stuff
OST TheOvertunes – Bicara (feat Monita Tahalea)
TheOvertunes – Time Will Tell
Sheila On 7 – Sahabat Sejati
Be Mine – Anugrah Aditya

Tak Selalu – Souljah

Endah N Rhesa – Untuk Dikenang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.