Soni Sumarsono Buka Rapat Kerja Nasional XIll APEKSI Tahun 2018,Wakili Menteri Dalam Negeri

Tarakan.daulatrakyat.id. Soni Sumarsono selain menjabat sebagai Penjabat Gubernur Sulsel juga menjabat Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, sehingga hari-harinya begitu padat dengan tugas yang harus dilaksanakan.

Hari ini, Rabu 25 Juli 2018, Soni Sumarsono membuka penyelenggara Rapat Kerja Nasional XIll APEKSI Tahun 2018 di Kayan Multifunction Hall Hotel Tarakan Plaza, Jalan Yos Sudarso, Kota Tarakan, Kalimantan Utara,

Sumarsono mewakili Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang berhalangan hadir untuk membuka acara.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tarakan, Kalimantan Utara, dan akan berlangsung hingga besok.

Sumarsono dalam sambutannya menekankan Kerja Sama Daerah dalam mensejahterakan rakyat.

“Merupakan sebuah mekanisme pemerintah daerah dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan,” kata Sumarsono.

Hal ini diatur sebagaimana Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dalam pasal 363 sampai pasal 369, uU No. 23/2014 mengatur tentang Kerja Sama Daerah.

Kerja sama ini harus didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik serta saling menguntungkan.

Subjek Kerja Sama Daerah adalah Gubernur, Bupati dan Walikota sedangkan objek Kerja Sama adalah urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat, pembangunan daerah
dan percepatan pemenuhan pelayanan publik.

Kerjasama ini mencakup: Kerja Sama Daerah dengan Daerah Lain (Antar Daerah), Kerja Sama Daerah dengan Pihak Ketiga/Swasta, Kerja Sama Daerah dengan Lembaga atau Pemerintah Daerah di Luar
Negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kerja sama terbagi menjadi Kerja Sama Wajib dan Kerja Sama Sukarela. Kerja Sama Wajib merupakan kerja sama antar daerah yang berbatasan dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan, misalnya untuk pembangunan infrastruktur.

Sementara, Kerja Sama Sukarela merupan kerja sama yang dilaksanakan oleh daerah yang berbatasan atau tidak berbatasan untuk penyelenggaraa
urusan pemerintahan yang menadi kewenangan daerah namun dipandang lebit fektif dan efisien jika dilaksanakan dengan bekerjasama.

“Contohnya, kerja sama antara Pemerintah Kota Surakarta dengan Pemerintah Kota Yogyakarta, Surabaya, Makasar dalam bidang Pariwisata dan Informasi Teknologi, ” sebut Sumarsono.

Ia juga menyampaiakan permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah daerah dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi lokal di daerah.

Ini dipengaruhi oleh, adanya konsentrasi kegiatan ekonomi dan alokasi investasi pada satu titik atau wilayah tertentu sehingga peluang kerja dan kesejahteraan
masyarakat tidak merata. Perlu adanya sinergisitas kerja Sama
perencanaan Tata Ruang dan Wilayah dalam pengembangan ekonomi lokal untuk mengatasi hal tersebut sehingga diharapkan antar daerah tidak akan saling mematikan.

Selain itu, tingkat mobilitas barang dan jasa yang masih rendah karena diakibatkan oleh buruknya sarana dan prasarana infrastruktur dan konektifitas infrastruktur antar daerah.

“Perlu suatu kerja sama antar daerah dalam pembangunan suatu infrastruktur agar konektifitas antar daerah terjalin,” paparnya.

Perbedaan sumber daya alam dan kondisi geogratis suatu wilayah
sangat mempengaruhi perkembangan perekonomian suatu daerah. Oleh karena Itu perlu kerja sama antar daerah yang berbatasan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi.

Sehingga diharapkan suatu daerah yang surplus akan dapat membantu daerah yang kekurangan akan sesuatu, khususnya dalam hal kebutuhan pokok, pendidikan dan kesehatan.

“Kerja sama antar daerah ini sebagai solusi meningkatkan perokonomian nasional,” ujarnya.

Perekonomian daerah merupakan unsur utama dalam mendukung
ekonomian nasional, oleh sebab tu maka kebutuhan dasar akan efisiensi dan efektiftitas pelayanan publik, efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaan sumber daya alam/potensi daerah, sinergitas perencanaan tata ruang dan wilayah, sinergitas pembangunan infrastruktur, sinergitas antar daerah, keterkaitan antar sektor antar wilayah dalam sistem produksi dan distibusi adalah hal- hal dasar yang menjadi alasan kenapa suatu daerah tersebut perlu
bekerja sama dengan daerah lainnya sehingga akan lebih maju.

Daerah dengan ekonomi maju, berkembang dan berdaya saing yang diakibatkan karena adanya keija sama antar daerah akan menjadi pondasi yang solid bagi penguatan daya saing dan ketahanan nasional baik dari sisi ekonomi, sosial maupun budaya.

Kerja sama antar pemerintah kota sangat penting dalam mengatasi faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan perekonomian nasional.

Kerja sama tersebut antara lain:
1) Perlu ada kerja sama antar daerah dalam sinergitas perencanaan tata ruang dan wilayah agar antar daerah tidak saling mematikan.

2) Kerja sama antar daerah dalam penyediaan dan peningkatan infrastruktur dapat meningkatkan kelancaran arus barang dan jasa.

3) Daerah yang surplus dapat membantu daerah yang minus akan sumber daya alam melalui mekanisme kerja sama antar daerah dalam mendukung ketahanan nasional.

4) Kerja sama antar daerah dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan publik yang akan berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat.

5) Perlu ada kerja sama dalam bidang pengembangan ekonomi lokal yang dapat menggerakkan sektor produktif dan mendorong investasi sehinega dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sumarsono menjelaskan APEKSI memiliki peran penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, perdagangan dan investasi melalui mekanisme kerja sama antar daerah yang saling berbatasan dan tidak berbatasan.

Obyek Kerja Sama Daerah adalah seluruh urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, objek kerja sama tersebut akan mendorong menciptakan aktivitas ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, nilai tambah dan pendapatan bagi masyarakat sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas.

“Kerja Sama Antar Daerah yang diprakarsai oleh APEKSI di harapkan, para Walikota untuk dapat menjaga dan meningkatkan komitmen perjanjian kerjasama yang telah disepakati,” harapnya.

Pergerakan perokonomian lokal yang terus berkembang bisa memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional untuk terus tumbuh dan bergerak dalam menghadapi tantangan global.

“Pengembangan ekonomi lokal sangat berperan besar dalam mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)

 

Editor Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.