Forum Diskusi Ungkap Potensi Masalah Data Pemilih Pilkada Polman

Polewali.daulatrakyat.id-Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Polewali Mandar, masih ada kira-kira 54 ribu warga belum memiliki E-KTP.Hal itu mengemuka pada forum diskusi publik “Mewujudkan Data Pemilih Pilkada Yang Berkualitas” disalah satu cafe di Pekabata,Polewali,Minggu, 6 Mei 2018.

Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat, puluhan ribu warga calon pemilih berpotensi bermasalah karena belum ada kepastian telah melakukan perekaman KTP-Elektronik.

Menurut Komisioner KPU Polman devisi data, Said Usman, Dalam Dafar Pemilh Tetap (DPT) Pilkada Polman terdapat pemilih yang belum dipastikan kepemilikan KTP El sekitar 54 ribu.

Padahal, Dalam Peraturan KPU nomor 8/2018 tentang Pemungungutan dan penghitungan suara Pilkada. Pada pasal 7 ayat dua menyebutkan, Dalam memberikan suara di TPS sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pemilih menunjukkan formulir Model C6-KWK dan wajib menunjukkan KTP-el atau Surat Keterangan Kepada KPPS.

Selain Said Usman, hadir dalam diskusi tersebut, Ketua Pusat Studi Pemilu dan Politik Lokal (PUSMIPOL) Unsulbar Farhanuddin, Ketua Bawaslu Sulbar Sulfan Sulo dan Ketua Panwaslih Polman Suaib.

Nampak pula masing-masing tim pemenangan ke dua Paslon, tokoh masyarakat dan aktivis pemuda mahasiswa.

Said kembali menyebutkan mengenai data 54 ribu calon pemilih yang berpotensi bermasalah tersebut, bisa jadi juga sebagian telah memiliki KTP-El karena mereka kemungkinan melakukan perekaman pada saat proses coklit atau setelah coklit.

” Pemilih potensial non KTP-el sudah disampaikan ke Capil Polman untuk dilakukan penerbitan KTP el atau suket sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Said.

Bahkan menurut Said, kantor Catatan Sipil ( Capil ) Polman pernah menyebut bahwa jumlah wajib KTP Polman utk tahun 2018 berada pada kisaran kurang lebih 350 ribu, yang belum perekaman tersisa kurang lebih 60 ribu masih dalam proses pendataan.

” Boleh jadi ini data anomali misalnya data ganda atau sudah meninggal, karena faktanya hasil coklit KPUD Polman melahirkan DPT 294.442 orang,” ujarnya.

Dilain pihak, Ketua PUSMIPOL Unsulbar Farhanuddin mengatakan, diskusi publik ini digelar untuk membahas data pemilih, karena akurasi data pemilih selalu menjadi masalah disetiap perhelatan pemilihan.

” Sejak awal perlu perhatian semua pihak atas akurasi data pemilih, selama ini nanti diangkat menjadi masalah ketika selesai pemilihan, semua pemangku kepentingan penting memastikan keakuratan data pemilih ini,” kata Farhan yang juga dosen FISIP Unsulbar.

Ia mengingatkan, mengenai data pemilih, semangat utama yang harus dibangun adalah semua warga yang memiliki hak memilih terdata.

Selain itu, keakuratan data pemilih juga disuarakan ketua Bawaslu Sulbar Sulfan Sulo, serta ketua Panwasluh Polmah Suaib.

Suaib menegaskan, jajaran panwas hingga ke tingkat Panitia Pengawas Lapangan (PPL) akan terus melakukan pengawasan di setiap tahapan pemilihan.

” Komitmen kami jelas dan tegas akan mengawasi semua tahapan, kami sampaikan juga bahwa pengawas kami kini sudah sampai di tingkat TPS,” kata Suaib.

Diskusi Terkait Puluhan ribu Data Pemilih Pilkada Polman Berpotensi Bermasalah (dok:dr)

Editor : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.