Penandatanganan Kontrak Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Hasanuddin

Makassar.daulatrakyat.id.Universitas Hasanuddin terus melakukan persiapan intensif menghadapi event Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Rabu, (18/4/2018) dilaksanakan rangkaian monitoring dan evaluasi internal, yang dirangkaikan dengan penandatanganan kontrak dan pendampingan bagi setiap tim PKM di setiap Fakultas.

Pokja PKM Unhas yang langsung berada dibawah kendali Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Abdul Rasyid Djalil, melakukan monitoring dan evaluasi internal sekaligus pendampingan kepada beberapa fakultas antara lain Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuna Alam (MIPA), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (ISIPOL) dan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP).

Tahun 2018 ini Unhas berhasil meloloskan 123 tim PKM yang memperoleh pembiayaan dari Kemristekdikti. Hal ini berarti terjadi peningkatan dari tahun 2017, dimana Unhas berhasil meloloskn 116 proposal PKM yang dibiayai.

Distribusi tim PKM setiap fakultas adalah Fakultas Ekonomi (1 proposal), Fakultas Hukum (5 proposal), Fakultas Kedokteran (10 proposal), Fakultas Teknik (8 proposal), Fakultas ISIPOL (11 proposal), Fakultas Ilmu Budaya (12 proposal), Fakultas Pertanian (15 proposal), Fakultas MIPA (20 proposal), Fakultas Peternakan (1 proposal), Fakultas Kedokteran Gigi (5 proposal), Fakultas Kesehatan Masyarakat (2 proposal), Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (12 proposal), Fakultas Kehutanan (4 proposal), dan Fakultas Farmasi (16 proposal).

Direktur Bidang Minat, Bakat dan Penalaran Universitas Hasanuddin, Supratman mengatakan bahwa pelaksanaan monev internal hari ini merupakan indikator bahwa semua tim PKM Unhas sudah siap untuk merealisasikan pekerjaan yang telah dituliskan di proposal.

“Kontrak yang ditandatangani oleh setiap ketua tim secara efektif akan mulai berlaku tanggal 23 April 2018 hinga tanggal 23 Juni 2018. Dalam jangka waktu 6 minggu dari sekarang, itu berarti pada minggu kedua bulan Juni, kita akan mengadakan monev internal. Pada saat itu, minimal 80 persen dari pekerjaan penelitian sudah rampung,” papar Prof. Supratman.

Dijelaskan dalam beberapa tahun terakhir ini, keterlibatan tim mahasiswa Unhas pada Program Kreativitas Mahasiswa mengalami peningkatan signifikan.

Pada tahun 2015, Unhas hanya mampu meloloskan 58 proposal tim PKM. Kemudian pada tahun 2016 sedikit mengalami penurunan menjadi 51 proposal. Pada tahun 2017, jumlah proposal yang berhasil lolos dan dibiayai Kemristekdikti meningkat pesat menjadi 116 proposal.

Untuk itu kata dia dalam rangka mendorong peningkatkan jumlah proposal yang diusulkan oleh mahasiswa Unhas untuk PKM, beberapa langkah yang telah ditempuh oleh Bidang Kemahasiswaan, yakni meningkatkan sosialisasi pelaksanaan PKM kepada mahasiswa, mendorong partisipasi dosen-dosen untuk menjadi pembimbing bagi mahasiswa yang akan mengajukan proposal.

“Dan secara proaktif melakukan monitoring terhadap penyusunan proposal mahasiswa, terutama untuk memastikan jadwal-jadwal yang telah ditetapkan oleh Kemristekdikti,”jelasnya.

Selain itu dia menyebutkan beberapa langkah strategis yang dilakukan adalah pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas (pelatihan, workshop dan Training of Trainer, TOT) penyusunan proposal PKM di tingkat fakultas.

Dibentuk pula kelompok kerja (Pokja) PKM di tingkat universitas dan klinik PKM di setiap fakultas, sehingga lebih banyak lagi dosen yang diserahi tanggung jawab untuk turut serta mendorong mahasiswanya menyusun proposal PKM.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Abdul Rasyid Djalil menambahkan bahwa dengan strategi tersebut telah memberi dampak nyata bagi peningkatan kuantitas dan kualitas PKM Unhas.

“Hal ini memberi kesempatan yang lebih besar bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat. Jadi PKM ini menjadi concern seluruh elemen di kampus Unhas,”terang dosen Ilmu Kelautan yang akrab disapa Pak Cido ini.(*).

 

Editor : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.