Yundini Sebut Generasi Emas Tak Mesti Lahir Hari Ini

Mamuju.daulatrakyat.id-Mempersiapkan sumberdaya manusia orang sulbar harus dipersiapkan betul dan punya kemauan.Dari mana memulainya? begitu Dr Yundini Husni Djamaluddin memulai uraiannya saat bincang-bincang lepas dengan daulatrakyat.id di D” Maleo Hotel Sabtu 14 April 2018.

Yunduni yang biasa disapa Yuyun mencoba meranut makna Iau to mandar. Menurut Yuyun Iau To Mandar adalah modal besar untuk membangun manusia orang mandar itu sendiri. Disana ada nilai-nilai saling menghargai,integritas,takut melanggar hukum,sopan-santun. ” Itu modol utama orang mandar,” ujar dosen kepolisian ini.

Yuyun mengatakan membangun infrastruktur tanpa diimbangi pembangunan manusia akan sia-sia.” Jangan sampai kita terlalu asyik membangun Infrastruktur tapi lupa membangun manusianya,” sebut Yuyun

Menurutnya harus ada regenerasi yang harus di persiapkan dalam satu proses untuk menghadapi masa depan.

Proses itu,kata Yuyun tidak serta merta harus lahir hari ini.” Ini yang harus di persiapkan generasi emas. Tentu dengan menanam bibit unggul,” kata dia.

Ia mencontohkan pada penerimaan Akpol tak satupun orang Sulbar yang masuk ke Sekolah Akademisi Kepolisian itu.

Padahal menurut dia,kesempatan itu sudah terbuka lebar.” Satu kesyukuran Polda sudah ada. Artinya kouta untuk Sulbar membuka peluang bagi putra-putri terbaik Sulbar. Tapi itu tadi harus di persiapkan,” ujarnya.

Dengan demikian,Putri almarhum salah satu tokoh pejuang Sulbar Husni Djamaluddin menawarkan satu konsep rumah budaya.

Tampaknya Yuyun tak sendiri. Muliyadi Prayitno didaulat untuk membantu Yuyun untuk bersama-sama merealisasikan gagasan itu.

Rumah budaya ujar Yuyun merupakan langka yang strategis dalam menciptakan dan mempersiapkan bibit unggul yang berkarakter.

Disana(Rumah budaya) kata Yuyun generasi mandar ini akan belajar tentang esense nilai-nilai mandar yang sebenarnya.
“Jadi anak-anak bisa bermedsos tapi tidak tercerabut akar budayanya. Karena karakternya sudah terbangun( karakter building),” kata Yuyun.

Yuyun menyebutkan membangun Sumberdaya manusia tidak mesti membangun gedung yang mega dan sekolah unggulan.

“Tak perlu membangun sekolah unggulan yang biayanya sangat besar. Cukup kita ambil siswa-siswi kelas 2 SMA yang rengking sekolah untuk di dilatih dan didik,” ujarnya.

Instrumen penting lainya lanjut Yuyun pelibatan Depag di daerah sangat urgen.”Jadi tak hanya SDMnya tapi dunia dan akhiratnya,” pungkasnya.

Dr.Yundini Husni Djamaluddin (dok:dr)

Penulis : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.