Hakim Vonis Bersalah Terdakwa Korupsi Jembatan Bamba, Pengguna Anggaran Belum Tersentuh?

Pinrang.daulatrakyat.id-Kasus dugaan mark up dan korupsi proyek pembangunan jembatan Bamba Pinrang senilai 2,4 M pada 2011 silam masih terus bergulir hingga saat ini.

Konsultan proyek Ir Gamri sudah terlebih dahulu dijatuhi vonis hakim selama 5 tahun 6 bulan.

Terakhir, pelaksana proyek yang dikerjakan oleh PT Putra Faizal Mandiri H. Muh Husain Zain bin Zain juga sudah mendapatkan vonis dari Mahkamah Agung RI setelah lama mencari keadilan.

Muh Husain alias H. Lulu ini divonis bersalah oleh Hakim Mahkamah Agung selama 7 tahun hukuman penjara, dan denda senilai Rp 200 juta dengan ketentuan jika denda tidak terbayarkan maka akan diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

Hal itu sudah sesuai dengan amar putusan nomor 1979/TU/2017/390 KAPID SUS/2017.

Selain hukuman badan dan denda, Muh Husain juga dijatuhi pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 2,2 Milyar lebih. Dan apabila terdakwa tidak memiliki harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut maka dipidana penjara selama 3 tahun.

Kasi Intel Kejaksaan Pinrang, A. Alamsyah yang ditemui diruang kerjanya membenarkan adanya vonis dari Mahkamah Agung tersebut.Namun dia akui jika surat hasil putusan tersebut belum diterima pihak Kejaksaan Negeri Pinrang dari Mahkamah Agung.

Terkait eksekusi terhadap terdakwa Muh Husain, A. Alamsyah berjanji akan segera dilakukan jika amar putusan sudah ditangan Kejari Pinrang.

“Jika putusan sudah kami terima maka eksekusi akan segera dilakukan,” kata Alamsyah.

Saat ditanya apakah kasus korupsi yang dilakukan secara bersama-sama ini hanya sampai kepada Konsultan Ir Gamris dan kontraktor Muh Husain, Alamsyah belum bisa menjelaskan karena menurutnya, pihaknya masih menungguh hasil putusan dan akan mempelajari hasil putusan hakim.

Terkait pengguna anggaran yakni Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pinrang yang saat itu dijabat Kadis H. Suardi Saleh yang saat ini menjadi Bupati Barru, apakah juga akan dilakukan hal yang sama seperti konsultan proyek dan kontraktor ataukah hanya berhenti kepada keduanya sebagai tumbal?

Lagi, A. Alamsyah belum bisa memberikan keterangan. Intinya kata dia, nota putusan belum diterima dan jika sudah ada ditangan pihaknya akan mempelajari untuk mengambil sikap apakah akan dilakukan penyelidikan terhadap pengguna anggaran atau tidak.

Kasi Intel Kejari Pinrang Bersama Wartawan LM

Penulis :Din
Editor   :Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.