Kasus Kekerasan Anak, KPAI Sebut DKI Tertinggi Sedangkan Sulbar Nihil

Jakarta.daulatrakyat.id- Berdasarkan wilayah, pada awal tahun 2018 Komisioner KPAI bidang pendidikan menerima pengaduan maupun pengawasan kasus yang viral di media.

Wilayah ini miliputi 8 Propinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Lampung, Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sedangkan kabupaten/kota meliputi 24 kabupaten/kota yang terdiri dari : Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, kabupaten Bogor, Kota Bogor, Cimahi, Bandung Barat, Bekasi, Indramayu, Kabupaten Ciamis, Kota Semarang, Cilacap, Tangerang Selatan, kabupaten Tangerang, kota Tangerang, Jombang, Surabaya, Sampang, Lampung Timur, kabupaten Sekadau dan Lombok Barat.

Pengaduan kasus pendidikan dari DKI Jakarta tertinggi, yaitu mencapai 58% dan urutan kedua Jawa Barat yaitu 16% dan Banten sebanyak 8%.

Menurut Komisioner KPAI Bid Pendidikan Retno Listyarti tingginya pengaduan kasus kekerasan anak di DKI diduga kuat, kantor KPAI yang berada di wilayah DKI Jakarta yang menjadikan masyarakat begitu mudah melapor langsung, sehingga jumlah pengadu terbanyak berasal dari DKI Jakarta.

Kasus DKI Jakarta yang ditangani KPAI meliputi kasus anak pelaku dan korban kekerasan (fisik dan psikis) dan anak korban kebijakan sekolah.
Intruksi Gubenur DKI Jakarta No. 16 Tahun 2015 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah menjadi salah satu kebijakan yang membuat sekolah mudah mengeluarkan siswa yang terlibat kekerasan.

Namun, selama ini Dinas Pendidikan DKI Jakarta sangat kooperatif dalam menangani berbagai kasus di satuan pendidikan yang dilaporkan ke KPAI

Dari sejumlah wilayah di Indonesia terjadinya kasus kekerasan anak.KPAI belum menerima pengaduan dari Provinsi Sulbar.

Retno mengharapkan jika ada kasus kekerasan diwilayah yang belum terjangkau KPAI seperti Sulbar masyarakat bisa mengadu lewat online.” Jadi tidak harus ke Jakarta,” pungkasnya,

Komisioner KPAI (dok:dr)

Editor : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.