Mengendus Aroma Kongkalingkong Dibalik Pembebasan Lahan Diklat Gentungan

Mamuju,daulatrakyat.id-Rencana pembesan lahan kawasan Diklat terpadu di Gentungan Kalukku oleh Pemprov Sulbar masih menyisahkan tanda tanya.

Mantan Karo Pemerintahan Sulbar Haeruddin Anas sedikit mengurai awal keberadaan kawasan wisata bukit jati itu.

Menurut Haeruddin,kawasan itu milik pribadi Naim Tahir yang waktu itu menjabat sebagai Kadis Pariwisata Sulbar.

“Waktu itu milik pak Naim sudah di hibahkan ke Pemprov Sulbar,” ujar Haeruddin Anas saat di konfirmasi melalui telpone ,sabtu,3 Maret 2018.

Haeruddin mengakui sekira 2009-2015 sejak dirinya menjabat sebagai Karo Tapem,kawasan kebun jati pernah di ganti rugi seluas 1 Ha.

” Kalau ada penambahan areal diluar kawasan yang dihibahkan itu. Saya sudah tidak tahu,” kata dia.

Secarah terpisah,Karo Tapem Pemprov Sulbar Abd Wahab mengatakan ada 8 Ha milik pemprov disana.

Obyek Wisata Bukit Jati Gentungan di Kawasan Diklat (Dok: DR)

Menurut Abd Wahab Pembebasan lahan di luar hibah,rencananya untuk menambah lahan kawasan olah raga diklat dan wisata yang dapat terintegrasi.

“Kemungkinan kita tambah luasannya jadi 30 ha,” ujarnya.

Adanya lahan milik Passokorang dan KMP diluar kawasan 8 Ha?

” Bukan passokkorang yang punya tapi dia sewa bukti kepemilikan sertifikat sudah ada. Sisa pertanahan buat peta bloknya dan pasti ada lahan milik masyarakat,” kata Wahab via Watshap.

Wahab mengakui jika tahun ini,pihaknya akan melakukan pembebesan lahan seluas 10 Ha sesuai kemampuan anggaran.

Sementara itu, Ketua DPD Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) Sulbar Arman mempertanyakan kepada Pemprov Sulbar,terkait pembebasan lahan masyarakat yang ada di Gentungan Kalukku Mamuju.

Arman menilai seharusnya pengadaan lahan itu di publikasikan melalui media massa agar masyarakat mengetahui karena menggunakan uang rakyat .

“Biro Tapem diminta transparan supaya tidak ada kongkalingkong. Karena selama ini pembebasan tanah yang di lakukan oleh Biro Pemirintahan Sulbar belum pernah di publikasi ke media,” ujar Arman

Ketua DPD Gerak Indonesia Sulbar menduga ada prmainan oleh oknum-oknum Biro Pemerintahan untuk mencari keuntungan.

Penulis : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.