Konferensi FRI 2018 : Jokowi Imbau Pelaku Pendidikan Fokus Berinovasi

Konferensi 2018 Forum Rektor Indonesia di hadiri presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL), Menteri Riset dan Teknologi Muhammad Nasir Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan Muhajir Effendi,dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman di gedung Baruga Unhas Kamis (15/2/2018).

Sebagai tuan rumah Rektor Unhas Dwia Ariestina Pulubuhu menyebutkan 4 pokok bahasan yang menjadi dasar materi dalam konferensi tersebut diantaranya pertama pembangunan ekonomi nasional yang berdaulat,berkeadilan dan mensejahterakan kedua pembangunan demokrasi pancasila untuk memperkokoh nasionalisme ketiga pendidikan tinggi yang mampu meningkatkan daya saing bangsa dan keempat kepemimpinan nasional yang cerdas dan berkarakter.

“Alhamdulillah disini berkumpul 500 pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta untuk bertukar pikiran (sharing) dan diskusi untuk menghasilkan rekomendasi sebagai wujud komitmen PT dalam memajukan bangsa dan negara yang kondusif saat ini dan akan datang,”ujarnya.

Dalam sambutanny juga Dwia Ariestina melaporkan sejumlah program UH dari semua jurusan dan yang paling menonjol turut andil dalam permasalahan masyarakat adalah fakultas kedokteran,FKM dan keperawatan bersama sama dalam tim medis bergerak membantu masyarakat di Kabupaten Asmat.

“Program ini akan menjadi program berkelanjutan untuk program pendampingan berbagai sektor pembangunan seperti infrastruktur,pertanian maupun ekonomi lannya,”paparnya.

Jokowi dalam sambutannya mengimbau pada semua pelaku pendidikan untuk konsentransi mengajar dan meneliti dalam menghadapi keras dan cepatnya arus globalisasi dalam dunia pendidikan saat ini.

“Saya tidak mau lagi mendengar rektor mengurusi proposal,laporan ataupun program bantuan,jangan menguras energi hanya untuk membuat laporan yang bertumpuk-tumpuk,”imbuhnya.

Jokowi berharap menristekdikti agar segera melakukan perbaikan administrasi dan regulasi dilingkup pendidikan PT untuk mengembangkan sistem aplikasi sistem administrasi dan sistem informasi yang handal.

“Karena perguruan tinggilah yang lebih cepat melakukan perubahan yang selanjutnya akan ditiru oleh kementrian lainnya,”ujar pemimpin nomor 1 Indonesia tersebut.

Jokowi juga meminta pada Universitas Hasanuddin agar merubah infrastruktur, fokus prioritaskan yang penting jangan terjebak pada rutinitas yang monoton terus berinovasi agar siap menghadapi tantangan global dunia yang begitu cepat.

“Kita tidak boleh kalah bersaing dengan negara lain,PT harus berkompetisi dengan terus melakukan Inovasi disemua fakultas,”pungkasnya diiringi tepuk tangan peserta FRI.

Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.