Netralitas Polisi Dalam Pilkada,Kapolda Sulbar Tekankan 6 Point Saja

Daulatrakyat.id,Mamuju-Untuk mewujudkan Pilkada yang damai,Demokratis dan Berkualits tak lepas dari peran Polri dalam mengawal pesta Demokrasi itu.

Polman dan Mamasa yang akan menggelar Pilkada serentak 2018. Menjadi pusat perhatian Polri,khususnya Polda Sulbar sebagai tanggungjawab suksesnya pesta Demokrasi.

Sebab itu,Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si memerintahkan seluruh Personilnya untuk tetap menjunjung tinggi Netralitas dalam mengawal pilkada yang damai dan demokratis.

“Untuk mewujudkan Pilkada damai, seluruh personil harus betul-betul memperhatikan perannya sebagai pilar-pilar pengamanan untuk mengantisipasi setiap pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada, bukan malah sebaliknya” tegas Kapolda, Senin (5/2/2018).

Menurut Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Mashura,Ada 13 sikap Netral yang ditekankan oleh Kapolri.

Dari 13 sikap itu,kata Mashura, Kapolda Sulbar menekankan 6 Sikap Netralitas khusus untuk seluruh Personil Polda Sulbar beserta para Bhayangkari.

Berikut inilah 6 sikap Netralitas yang harus di junjung tinggi bagi setiap personil Polda Sulbar.

1.Seluruh personil beserta keluarga tidak boleh berpihak pada salah satu Paslon dalam Pilkada 2018.

Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar (foto : Humas Polda Sulbar)

2.Tidak terlibat politik praktis serta dilarang memberikan statement, pendapat atau komentar terkait pelaksanaan Pilkada baik secara langsung maupun melalui media sosial.

3.Kepada Bhayangkari dan keluarga besar Polda Sulbar khusnya Polres Polman dan Mamasa silahkan menggunakan hak pilihnya berdasarkan hati nurani tanpa pengaruh maupun mempengaruhi orang lain.

4.Dilarang mengikuti kegiatan kampanye, mengenakan atribut partai maupun Paslon dan memasang bendera partai, spanduk serta baliho terkait Pilkada, di kediamannya baik di asrama maupun rumah pribadi.

5.Tidak menggunakan kendaraan atau fasilitas lainnya yang memiliki Branding Partai atau kandidat Paslon agar tidak menimbulkan fitnah serta kesalahan penafsiran dari pihak lain yang akan merugikan institusi Polri.

6.Tidak mengikuti kegiatan-kegiatan pertemuan yang terkait masalah politik atau tim sukses Paslon dalam Pilkada 2018 kecuali pengamanan yang dikuatkan dengan sprin tugas.

Sumber : Kabid Humas Polda Sulbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.