Dari Pertemuan Dubes RI-PWI Terungkap Investasi Korea Selatan di Indonesia Cukup Tinggi

 

PWI Sulba/Dirut Sulbar Express Naskah M Nabhan berfoto di Kantor KBRI Seoul. (dok Sulbar ekpress)

Daulatrakyat.id,Seoul-Selama di Korea Selatan Delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) telah mengunjungi Kantor Kedutaan Besar RI di Seoul.

Rombongan diterima Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi, pada Jumat pekan lalu.

Sekretaris Jenderal PWI Hendry Ch. Bangun yang memimpin rombongan menyampaikan beberapa agenda dan misi kunjungan kepada Dubes Umar Hadi.

“Kami sudah mengadakan pertemuan dengan Presiden JAK (Journalists Association of Korea) Jung Kyusung. Mengunjungi Kantor City Hall Seoul, Kantor Surat Kabar Hankook Ilbo dan Jun Business Daily,” ujar anggota Dewan Pers ini.

Selain mempererat hubungan, PWI juga mengemban misi mempromosikan kopi asli Indonesia. PWI membawa sejumlah sampel kopi kemasan sekaligus sebagai cinderamata.

Hendry juga memerkenalkan rombongan yang terdiri dari Ketua bidang Luar Negeri PWI Pusat Teguh Santosa, Ketua PWI Sumatera Utara Hermansjah, Ketua PWI Jambi Saman Muraki,  Ketua PWI Jogjakarta Sihono.

Selanjutnya, Ketua PWI Solo Anas Syahirul Alim, Ketua PWI Kalimantan Barat Gusti Yusti Ismail dan saya sebagai Ketua PWI Sulawesi Barat. Sekretaris PWI Sulawesi Selatan Anwar Sanusi dan  Sekretaris PWI Kepulauan Riau Saibansah Dardan.

Dubes Umar Hadi yang didampingi Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya dan Diplomasi KBRI Seoul, Aji Surya menyambut baik kedatangan Delegasi PWI. Apalagi lawatan kali ini juga membantu pemerintah mempromosikan kopi asli Indonesia.

Menurut Umar Hadi, dalam membangun hubungan antarnegara dibutuhkan diplomasi secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk wartawan dan media.

Dukungan media sangat penting untuk meningkatkan citra pemerintah utamanya terkait dengan stabilitas nasional dan iklim investasi. “Khusus hubungan Indonesia dan Korea Selatan hingga saat ini masih berjalan dengan baik. Kita menganut prinsip-prinsip universal yang sama sebagai negara demokrasi,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu juga terungkap bila investasi Korea Selatan di Indonesia sangat tinggi. Hanya kalah dari Vietnam. Di Indonesia investasi Korea Selatan sudah melibatkan hingga 3.000 perusahaan. Jumlah tenaga kerja terserap mencapai satu juta.

Iklim investasi di Indonesia diharap bisa tetap bertumbuh. Apalagi setelah produsen mobil Hyundai membangun pabrik di Karawang, Jawa Barat. Perusahaan ini menyerap 1.000 tenaga kerja.

Untuk investasi di bidang kosmetik, Korea Selatan kini mengembangkan masker dari sarang burung walet sebagai produk halal bagi umat muslim. Sebab tidak dapat dipungkiri bila banyak produk kosmetik Korea Selatan yang tidak layak dipakai umat muslim.

Terkait investasi kopi, mantan Konsul Jenderal RI di Los Angeles (2014-2017) dan Wakil Dubes RI di Den Haag (2009-2012) ini melanjutkan bahwa KBRI Seoul juga tengah gencar mempromosikan kopi Indonesia.

Dalam pertemuan dengan investor Korea Selatan yang berminat pada kopi Indonesia baru-baru ini, Umar Hadi mengajak kalangan investor Korea Selatan untuk melihat produksi kopi dari sudut pandang yang lebih luas.

Umar Hadi juga mengatakan, salah satu hal yang sering dijadikan alasan pihak investor yang ingin mengembangkan industri kopi di Indonesia adalah soal-soal teknis. Misalnya tentang roasting atau penggorengan biji kopi yang bisa mengurangi usia produk kopi.

Menurutnya, ini alasan yang terlalu dibuat-buat. Dia yakin, ada teknologi untuk memperpanjang usia produk biji kopi setelah diolah di Indonesia. Dia mencontohkan Italia yang walau tidak punya sebatang pohon kopi namun bisa mengekspor kopi ke banyak negara di dunia. (Nas/dr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.