Pertemuan JAK Dan PWI Bahas Soal Demokrasi Dan Kopi

Sekjen PWI Pusat Hendry Ch. Bangun berbincang dengan President JAK Jung Kyusung di Hotel President Seoul, 15 Desember 2017.

Daulatrakyat.id,Seoul- Salah satu agenda penting Delegasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) adalah pertemuan dengan pengurus Journalist’s Association of Korea (JAK).

Pada pertemuan khusus Sekjen PWI Pusat Hendry Ch. Bangun dan Presiden JAK Jung Kyusung membicarakan sejumlah agenda penting.

Pertemuan yang berlangsung di Hotel Presiden, Seoul, Jumat pagi, 15 Desember 2017

Salah satu agenda penting adalah penguatan kerjasama yang telah terbangun selama lima tahun. Baik PWI maupun AJK sudah saling mengunjungi.

Hendry pun mempromosikan 15 kemasan beberapa merek kopi dari berbagai provinsi. Memang Korea termasuk salah satu negara potensial untuk ekspor kopi. Sebagian masyarakat Korea termasuk penikmat kopi.

Hendry yang juga Anggota Dewan Pers  mengajak agar JAK melakukan kunjungan balasan ke Indonesia. Termasuk undangan untuk menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN )di Padang Sumatera Barat pada 9 Februari 2018.

Terkait hubungan kerjasama tersebut, Jung Kyusung pun menyatakan  apresiasi atas hubungan PWI dan JAK yang berjalan baik. Saling mengunjungi adalah upaya untuk tetap menjaga hubungan baik.

Jung Kyusung juga menyatakan salut atas perkembangan demokrasi di Indonesia. Demokrasi di Indonesia adalah bagian penting untuk membangun kerjasama.

Sebelumnya, pada Kamis malam pengurus  AJK menjamu delegasi PWI pada jamuan makan malam di Hotel President. Wakil Presiden JAK,  Choi Woosuk yang menerima rombongan.

Coi Woosuk termasuk salah satu wartawan Korea yang paham tentang Indonesia. Dia pernah mewawancara Presiden Joko Widodo,  Susilo Bambang Yudhoyono, dan Megawati Soekarnoputri.

Dalam diskusi dengan hidangan kuliner ala chef kelas satu,  Choi Woosuk juga mengaku kagum dengan demokrasi Indonesia yang aman dalam transisi kepemimpinan.

Demokrasi Indonesia yang semakin baik juga menjadi modal untuk pertukaran wartawan selama beberapa tahun ini. “Pertukaran wartawan penting untuk berbagi pengalaman dan memahami masing-masing bangsa,” ujar Choi yang panggilan akrabnya Kenneth ini.

Untuk hubungan kerjasama, JAK yang beranggotakan 10 ribu dengan PWI yang beranggotakan 15 ribu dan terbesar di Indonesia memang diharap tetap berlangsung positif.

Kemarin, delegasi PWI juga mengunjungi kantor Harian Hankook Ilbo. Koran berbahasa Korea ini setiap edisi dicetak sebanyak 230 ribu eksamplar.

Termasuk mengunjungi kantor Harian AJU.  Media berbahasa Korea dan Mandarin ini sudah berusia 10 tahun. Grup media ini akan melakukan ekspansi bisnis hingga asia tenggara, termasuk di Indonesia. (Nas/dr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.