Atal S Depari : Suka Tidak Suka Wartawan di Sulbar Harus Bersertifikasi

 

Saat kongko-kongko Bersama Pengurus PWI Pusat Atal S Depari di Warkop 89 13 September 2017

Daulatrakyat.id-Mamuju-Masih adanya oknum wartawan Cuma Nengok-Nengok(CNN) atau Muntaber masuk Sekolah-Sekolah dan menakut- nakuti oknum guru-guru. Bagaimana memulihkan kepercayaan publik terhadap profesi wartawan itu? Begitu secerca tanya seorang Atal S Depari,Ketua Bidang Daerah PWI Pusat saat wawancara singkat daulatrakyat.id usai rapat persiapan Konferprov PWI Sulbar di lantai II Gedung Graha Pena Mamuju pekan lalu.

Ia mengurai cerita seputar kerja wartawan dan masa depan PWI Sulbar untuk dapat menjadi pioner organisasi profesi yang profesional dan kaya program kedepan.

PWI Sulbar yang sudah dua periode,menurutnya masih seumur jagung dan masih dalam tahap sosialisasi dalam merekontruksi untuk membangun masa depannya.

Segudang program di PWI sudah berjalan seperti pelatihan jurnalistik,sekolah jurnalisme,safari jurnalisme.

” Program inilah yang harus ditangkap PWI Sulbar kedepan,” jelasnya

Ia amat percaya jika masyarakat masih manaruh kepercayaan kepada PWI. Sebab menurutnya PWI punya pengalaman yang luar biasa dan sejarah yang sangat panjang.Serta memiliki tim penguji dalam mensertifikasi wartawan.

Menurut dia,suka tidak suka wartawan di Sulbar harus bersertifikasi.Bukan tanpa alasan. Wartawan tanpa sertifikasi,menurut Atal tak akan mendapat perlindungan apapun dari Dewan Pers.

“Jika ada oknum wartawan tidak mau ikut sertifikasi.Silahkan saja,nanti kena masalah lapor saja ke polisi,” tegas pendiri media Spaortanew.com ini.

Tak hanya itu,leterasi media,menuru dia amat penting dalam memberi pemahaman tentang pers kepada semua pihak termasuk guru-guru.

Program literasi media, kata Atal merupakan program yang urgen bagi PWI Sulbar kedepan.Ia menegaskan bahwa literasi media akan mampu menekan lahirnya berita hoax.

” PWI harus bisa melawan berita-berita Hoax.Bukan hoax yang mengintervensi karya jurnalistik,” tegasnya.

Penulis : Salim Majid
Editor    : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.