Sekprov Wanti-wanti Soal Dugaan Pungli di Sejumlah SMA di Polman

Daulatrakyat.id-Polman-Sekolah kadang menjadi “ladang empuk” bagi oknum kepala sekolah untuk melakukan pungutan liar alias pungli

Seperti yang dilakukan sejumlah Sekolah Menengah Atas di Polewali Mandar sulbar.

Dugaan pungli itu bervariasi misalnya di SMA 1 Polewali. Siswa di pungut biaya perpisahan sebesar 350 ribu per-siswa. Sedangkan SMA 2 dibebani siswa sebesar 250 ribu per-siswa. Sementara SMA 3 Rp. 190 ribu per-siswa ditambah biaya UNBK sebesar Rp. 135 ribu per-siswa.

Pungutan-pungutan yang berbau pungli ini kabarnya ¬†atas persetujuan orang tua siswa dan telah melalui rapat. Hal itu di benarkan kepala sekolah SMA 1 polewali Muh. Faisal.” Kami sudah melalui rapat dengan orang tua siswa. Karena ini budaya setiap selesai ujian Nasional dilakukan acaea perpisahan. Dan disetujui orang tua siswa. Bahkan kami SK kan ke panitia pk,” ujar Faisal saat di konfirmasi via watshap Selasa malam 10 April 2017.

Dia mengakui jika besar pungutan yang dilakukan Rp 350 ribu per- siswa,” itu hanya kelas XII sebesar Rp 350 ribu persiswa,” katanya.

Menanggapi masalah tersebut Sekertaris Privinsi Sulawesi Barat Ismail Zainuddin mewanti-wanti atas adanya pungutan di sejumlah SMA di polewali,” melalui dinas saya sudah ingatkan bahwa tidak boleh ada pungutan di sekolah dalam bentuk apapun. Termasuk untuk biaya perpisahan yang dilakukan orang tua siswa. Apa lagi panitianya di SK-kan,” tegas Ismail kepada daulatrakyat.id Selasa 11 April 2017.

Dilain pihak, kepala sekolah SMA 2 dan SMA 3 polewali belum di peroreh konfirmasi. Hingga berita ini ditulis. Dan akan dilakukan klarifikasi secepatnya.

Penulis : Salim Majid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.