Dinkes Makassar Temukan Jajanan Kadaluarsa di Pasar Terong

Makassar.daulatrakyat.id.Tidak seperti hari biasa pasar terong terletak dijalan Bawakaraeng, menjadi tempat jual jajanan takjil berbuka puasa.

Warna-warni bahan takjil tersebut tampak menghiasi pasar tradisional terbesar. Hampir seluruh pedagang menjual cincau, cendol, sagu mutiara, sampai biji selasih pun ada ditempat ini.

Banyak dari para pedagang menjadi penjual musiman bahan takjil untuk memanfaatkan momentom bulan puasa. Beberapa pedagang beralih menjual bahan-bahan takjil agar mendapat keuntungan. Dari beberapa penjual yang berjejer rapi menjajakan bahan takjil.

Nahang salah satu pedagang musiman yang berjualan bahan-bahan takjil. Nahang menjual cendol, cincau, sagu mutiara, hal ini sudah menjadi tradisi baginya. Awalnya Nahang menjual lombok dan sayuran, namun selama bulan puasa Nahang menjadi pedagang bahan takjil.

Nahang mengatakan, sudah hampir dua minggu dirinya berjualan bahan takjil seperti sekarang ini, sebelum memasuki bulan puasa Nahang sudah berjualan duluan.

“Yah sehari saya biasa mengantongngi keuntungan Rp50 ribu jika saat rame dan paling Rp30 ribu saat sepi dan menurut saya hasilnya lumayan.Sudah tujuh tahun saya berjualan seperti ini”, Ujar Nahang

Bahan takjil berwarna-warni seperti membawa daya tarik tersendiri saat bulan puasa. Warna-Warni cendol, cincau, dan sagu mutiara biasa digunakan untuk membuat aneka es, tak heran bahan takjil seperti ini menjadi buruan ibu rumah tangga.

Dibalik warna-warni takjil yang dijual dipasar juga mengintai bahaya, contohnya saja pengawet dan pewarna buattan. Umumnya cendol, cincau dan kolang kaling sangat rentan dengan bahan pengawet dan pewarna buattan. Seperti kamis kemarin saat tim gabungan pemkot melakukan sidag kepasar terong.

Dinas kesehatan kota Makassar bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan beberapa pedagan melakukan kecurangan. Dinkes dan BPOM menemukan adanya pedagang yang menjual kolang kaling dan cendol yang mengandung bahan berbahaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin menyatakan, dari hasil sidak hari pertama puasa ditemukan bahan takjil yang mengandung bahan berbahaya.

“Kami menemukan kolang kaling mengandung bahan pengawet berbahaya dan cendol yang mengandung pewarna buatan yang berbahaya”, Ungkap Naisyah Tun Azikin.

Naisyah Tun Azikin membagi tips membedakan takjil mengandung bahan berbahaya.

Menurut perempuan berhijab ini bahan takjil berbahaya bisa di lihat secara fisik. Untuk membedakan bahan takjil mengandung pewarna berbahaya akan tampak dari warna yang mencolok, sedangkan takjil mengandung bahan pengawet berbahaya akan keras saat dipijat atu dipencet.

Ratna seorang ibu rumah tangga yang sering membuat takjil es buah dan cendol dikala puasa mengungkapkan dirinya lebih sering membeli bahan takjil di toko dibandingkan di pasar. Hal ini, dikarenakan mutunya lebih terjamin dan higenis.

“Saya biasa membeli nata decoco dan cingcau kalengan dan lebih memilih jely dibanding kolang kaling. Selain itu saya lebih suka buat cendol sendiri persiapan selama satu bulan,”terangnya.

Reporter : Nunu                                                    Editor      : Nina Annisa

Tinggalkan Balasan

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.